
Kabid Binpres Dispora Kukar, Rita Agustina.(Foto:Achmad Nizar/KutaiRaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Kelanjutan program Training Center (TC) atlet Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 hingga kini masih menunggu kepastian anggaran.
Sebelumnya, berbagai agenda dan rapat koordinasi telah dilakukan guna membahas persiapan Kukar sebagai daerah yang menargetkan hasil maksimal pada ajang olahraga terbesar di Kaltim tersebut.
Salah satu program yang menjadi perhatian banyak cabor mengenai pelaksanaan TC atlet untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan para atlet sebelum bertanding.
Namun, belakangan muncul kekhawatiran setelah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar menyampaikan kemungkinan TC ditiadakan akibat keterbatasan anggaran daerah. Kondisi itu pun memicu pembahasan serius di kalangan legislatif maupun insan olahraga.
Komisi IV DPRD Kukar saat ini disebut tengah berupaya mencari solusi agar program TC tetap dapat berjalan. Ketua Komisi IV DPRD Kukar sebelumnya menyampaikan beberapa langkah yang sedang dipertimbangkan, mulai dari revisi sejumlah pos anggaran agar tersedia dana tambahan hingga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Dispora Kukar, Rita Agustina, membenarkan anggaran TC memang belum masuk dalam Anggaran Murni 2026.
"Memang benar, karena untuk TC itu tidak dianggarkan di Murni 2026. Jadi yang ada saat ini hanya untuk keikutsertaan dan sarana prasarananya saja," ujarnya pada KutaiRaya.com, Kamis (7/5/2026).
Meski begitu, Dispora Kukar membuka peluang pembiayaan melalui program CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kukar.
"Memang ada wacana untuk kegiatan Porprov ini dibantu melalui CSR dari perusahaan-perusahaan untuk membantu kegiatan Porprov," katanya.
Terkait kebutuhan anggaran TC, ia menyebutkan nilainya cukup besar karena sebelumnya konsep yang dirancang menggunakan sistem sentralisasi atlet.
"Estimasi anggarannya kemarin miliaran rupiah. Tapi saya belum bisa memastikan angka pastinya karena yang menangani kegiatan itu PPTK," jelasnya.
Menurutnya, besarnya kebutuhan dana dipengaruhi konsep TC terpusat yang membutuhkan pembiayaan lebih besar, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga kebutuhan latihan atlet.
Sementara itu, mengenai kemungkinan bantuan dari pihak swasta, ia mengaku hingga saat ini belum menerima laporan apakah KONI Kukar sudah melakukan komunikasi resmi dengan perusahaan-perusahaan terkait.
"Sampai saat ini saya belum ada menerima laporan," ucapnya.
Meski kondisi anggaran masih belum pasti, Dispora Kukar memastikan persiapan menuju Porprov tetap berjalan. Saat ini pihaknya disebut telah mempersiapkan kebutuhan sarana dan prasarana serta pendataan jumlah atlet yang akan diproyeksikan tampil.
"Harapannya semoga kondisi keuangan daerah kita baik-baik saja. Karena yang prioritas tentu kegiatan Porprov. Kami juga masih menunggu hasil rapat koordinasi berikutnya," tukasnya. (*Zar)