• Jum'at, 08 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Komunitas TAKERU yang tengah perform di Taman Musik.(Foto:Achmad Nizar/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Rencana pemindahan pelaku UMKM dari kawasan Taman Titik Nol menuju Taman Pujasera turut menjadi perhatian komunitas seni yang selama ini aktif menghidupkan ruang publik melalui pertunjukan musik.

Salah satu komunitas yang konsisten menampilkan hiburan musik di dua lokasi tersebut dari Talent Kesah Rupa (TAKERU). Selama ini, komunitas tersebut rutin menggelar pertunjukan musik setiap Rabu malam di Taman Titik Nol dan Sabtu malam di Taman Musik.

Namun, jadwal penampilan TAKERU yang seharusnya berlangsung di Taman Titik Nol pada Rabu malam terpaksa dipindahkan ke Taman Musik. Perpindahan lokasi itu disebut terjadi akibat miskomunikasi terkait informasi pemindahan UMKM yang dikabarkan akan segera dilakukan.

Ketua Band TAKERU, Taufan Muslimin mengatakan, komunitasnya tetap mendukung pengembangan ruang publik dan berharap kegiatan seni tetap diberikan tempat, termasuk jika nantinya aktivitas dipindahkan di Taman Pujasera.

"Awalnya kami mendapat informasi bahwa UMKM nantinya akan dipindahkan ke Taman Pujasera. Jadi kami berpikir sementara tampil di sini dulu sambil melihat perkembangan," ujarnya pada KutaiRaya.com, Rabu (6/5/2026) malam.

Menurutnya, apabila pemindahan tersebut belum dilakukan dalam waktu dekat, pihaknya berencana kembali mengisi kegiatan musik di Taman Titik Nol pada pekan berikutnya.

Ia menilai kedua taman tersebut sebaiknya tetap hidup dan aktif sebagai ruang berekspresi masyarakat.

"Dua tamannya harus hidup untuk berekspresi. Harapannya kalau memang nanti dipindahkan, kami juga bisa dilibatkan kembali untuk mengisi kegiatan seni di tempat yang baru," katanya.

TAKERU sendiri dikenal sebagai komunitas seni yang berfokus pada pelestarian lagu-lagu daerah Kutai. Disetiap penampilannya, mereka lebih dahulu membawakan lagu daerah sebelum dilanjutkan dengan lagu nostalgia dan pop pada malam hari.

"Visi utama kami sebenarnya melestarikan lagu-lagu daerah Kutai. Setelah itu baru lagu nostalgia atau pop, dan pengunjung juga boleh ikut bernyanyi. Tempat ini memang untuk ruang ekspresi," jelasnya.

Ia menegaskan, komunitas TAKERU tidak berorientasi pada keuntungan. Selama ini mereka hanya menyediakan ruang bagi masyarakat yang memiliki bakat seni untuk tampil dan menyalurkan hobi.

"Tujuan TAKERU itu menyalurkan bakat-bakat seni. Siapa saja yang punya bakat silakan tampil. Kami hanya menyediakan tempat, tidak ada biaya," sebutnya.

Saat ini, kegiatan komunitas tersebut masih mengandalkan apresiasi dari masyarakat dan pengunjung yang datang menyaksikan pertunjukan musik. (*Zar)



Pasang Iklan
Top