
Hotel Simpang Tenggarong.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Tingkat okupansi atau hunian Hotel Simpang di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami penurunan.
Hal ini dibuktikan dengan tingkat kunjungan dalam setiap bulannya hanya 100-200 orang, yang bermalam di hotel tersebut.
Resepsionis Hotel Simpang, Rara mengatakan, tingkat okupansi Hotel Simpang mengalami penurunan dari tahun 2025.
Padahal, sebelumnya tingkat kunjungan bisa mencapai 250-300 orang.
"Berkurangnya tingkat kunjungan ini dipengaruhi tak ada event yang digelar pemerintah daerah hingga kondisi perekonomian daerah yang belum stabil," kata Rara kepada Kutairaya, Rabu (6/5/2026).
Ia menyebutkan, hotel ini menyediakan 30 kamar dengan 3 tipe kamar, di antaranya standar, deluxe dan super deluxe, dengan fasilitas lengkap dan layak untuk beristirahat.
"Pengunjung yang datang ke hotel ini sebagian besar dari wilayah kecamatan hulu, bahkan Melak," sebutnya.
Adapun kamar hotel itu dibandrol dari harga Rp 165-350 ribu.
Dari tipe tersebut, kamar tipe deluxe yang paling sering diminati pengunjung.
Dia berharap pemerintah daerah bisa menyelenggarakan berbagai kegiatan, sehingga bisa memberikan dampak terhadap masyarakat hingga pelaku usaha.
"Kami berharap tingkat kunjungan hotel ini bisa semakin ramai dan tamu hotel merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh kami," ucapnya penuh harap. (Ary)