• Kamis, 07 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ucapan Selamat Wisuda Ketua DPRD Kukar (Dok.DPC PDI Perjuangan Kukar)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Di tengah padatnya tanggung jawab sebagai Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani berhasil menuntaskan pendidikan Magister di Universitas Trisakti Jakarta.

Gelar akademik baru tersebut melengkapi deretan kompetensinya sebagai Ir. H. Ahmad Yani, S.T., S.E., M.Si., M.T., IPM., CLM.

Ahmad Yani menjelaskan, proses pendidikan Magister sebenarnya telah dimulai jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Kukar.

Studi tersebut telah dijalani sekitar 3 tahun terakhir dengan fokus pada bidang teknik perminyakan.

"Perkuliahan ini sebenarnya sudah berjalan sebelum saya jadi Ketua DPRD. Kurang lebih sudah 2 sampai 3 tahun lalu dimulai. Karena ini ilmu teknik yang cukup berat, tentu perlu ketekunan dan keyakinan untuk bisa menyelesaikannya," kata Yani, Rabu (6/5/2026).

Ia mengemukakan, penelitian akademisnya fokus pada sektor minyak dan gas (migas) di Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya melalui kerja sama pengambilan data dengan perusahaan migas, seperti Pertamina Hulu Sangasanga (PHSS) dan Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

Menurutnya, dukungan data dari perusahaan migas tersebut sangat membantu dalam penyusunan tesis hingga akhirnya berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan.

"Penelitian kami dilakukan di Kaltim, khususnya di perusahaan migas. Alhamdulillah, PHSS dan PHM banyak membantu data-data yang dibutuhkan, sehingga proses penyelesaian tesis berjalan lancar,"katanya.

Yani menilai pencapaian akademik ini bukan sekadar gelar pribadi, tetapi juga bentuk komitmen untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai pejabat publik agar mampu memahami secara teknis pengelolaan sumber daya alam daerah, terutama sektor migas dan pertambangan.

Ia menuturkan pemahaman teknis tersebut penting agar kebijakan yang diambil DPRD Kukar dapat lebih tepat sasaran, khususnya dalam fungsi pengawasan terhadap pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA).

"Kukar dan Kaltim punya sumber daya alam besar, khususnya migas dan tambang. Maka kita harus memahami secara teknis bagaimana eksplorasi dan eksploitasi itu berjalan, supaya kebijakan yang diambil benar-benar kuat dan bisa mengontrol pengelolaan SDA," ujarnya.

Selain itu, Yani berharap keberhasilannya menempuh pendidikan tinggi di tengah kesibukan politik dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, ASN, maupun pejabat daerah lainnya untuk terus belajar.

"Sesibuk apapun, pendidikan tetap bisa dijalani. Kalau masih S1, lanjutkan ke S2. Kalau sudah S2, lanjutkan ke S3. Ini penting agar kita memberi contoh bahwa belajar itu tidak mengenal jabatan ataupun usia," ucapnya. (dri)



Pasang Iklan
Top