
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) untuk memperkuat arah pembangunan pendidikan yang lebih merata, berkualitas, dan berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, menegaskan program pendidikan di Kukar terus diselaraskan dengan 5 program strategis Asta Cita Presiden serta visi Kukar Idaman Terbaik.
Menurutnya, prioritas utama adalah memastikan seluruh peserta didik mendapatkan fasilitas belajar yang aman dan nyaman melalui pembangunan serta revitalisasi Ruang Kelas Baru (RKB).
“Anak-anak harus belajar di ruang yang nyaman, dengan sarana dan prasarana yang memadai. Karena itu, revitalisasi ruang kelas dan kebersihan sekolah menjadi perhatian utama,” kata Heriansyah, Senin (4/5/2026).
Selain infrastruktur, Disdikbud Kukar juga menaruh fokus besar pada pemenuhan kebutuhan guru, baik dari sisi jumlah maupun kualitas.
Heriansyah menekankan standar pelayanan minimal pendidikan harus didukung tenaga pendidik yang profesional.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan menjadi langkah penting agar proses pembelajaran terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.
“Guru harus terus diperkuat kemampuan, keterampilan, dan integritasnya. Dari guru yang berkualitas akan lahir anak-anak didik yang unggul,” katanya.
Tidak hanya mengejar kecerdasan akademik, Disdikbud Kukar juga menempatkan pendidikan karakter sebagai pilar utama.
Peserta didik diharapkan tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki nilai integritas.
“Anak-anak kita harus punya karakter kuat, berintegritas, dan berakhlak baik. Ini penting untuk masa depan mereka,” tutur Heriansyah.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap akses pendidikan, Pemkab Kukar juga mengalokasikan bantuan seragam sekolah bagi peserta didik baru.
Program ini ditujukan untuk meringankan beban orangtua, sekaligus memastikan tidak ada anak yang tertunda sekolah karena keterbatasan ekonomi.
“Seragam sekolah sudah difasilitasi agar anak-anak tetap bisa sekolah tanpa terkendala biaya perlengkapan,” ucapnya.
Sementara itu Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Dengan mengusung tema Hardiknas 2026 “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Pemkab Kukar menegaskan keberhasilan pendidikan membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, orangtua, hingga masyarakat luas. (Dri)