• Minggu, 26 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Verlita Aurelia Dewi.(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Semangat perjuangan perempuan Indonesia tak hanya hidup dalam sejarah Hari Kartini, tetapi juga nyata hadir dari sosok muda di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Namanya Verlita Aurelia Dewi, atau akrab disapa Aurel, seorang pelajar berusia 15 tahun yang kini duduk di bangku kelas 9 SMP Negeri 3 Tenggarong.

Di usianya yang masih sangat muda, Aurel sudah membuktikan bahwa perempuan juga mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Lewat cabang olahraga Petanque, ia berhasil meraih prestasi gemilang dan menjadi salah satu atlet muda yang patut diperhitungkan.

"Perkenalkan, nama saya Verlita Aurelia Dewi, bisa dipanggil Aurel. Umur saya 15 tahun, masih duduk di bangku SMP kelas 9," ujarnya pada KutaiRaya.com, Sabtu (25/4/2026).

Perjalanan Aurel di dunia Petanque ternyata berawal dari keluarga. Ia mengaku, awalnya tidak mengenal olahraga tersebut sama sekali.

"Awalnya bukan atlet Petanque. Saya lihat ayah dan abang ikut Porprov Kaltim kemarin. Dari situ mulai tertarik dan termotivasi, lalu saya coba ikut belajar cara lemparnya, dan ternyata keterusan sampai sekarang," ungkapnya.

Sejak usia 13 tahun, Aurel mulai serius menekuni olahraga ini. Baginya, petanque adalah olahraga yang unik dan menyenangkan.

"Pertama kali main itu rasanya santai, enak gitu buat olahraga. tidak terlalu berat, jadi senang menjalaninya," katanya.

Meski terlihat santai, ia menegaskan, menjadi atlet Petanque tetap membutuhkan latihan dan disiplin tinggi.

"Yang paling penting itu latihan, terus pola tidur juga harus dijaga. Kalau saya latihan biasanya dari jam 4 sore sampai malam jam 8 atau 9," jelasnya.

Ia juga terus meningkatkan intensitas latihan demi mencapai performa terbaik, termasuk menjaga pola makan dan kondisi fisik.

Kerja keras Aurel berbuah manis. Ia telah mengoleksi sejumlah prestasi, baik di tingkat daerah hingga nasional.

"Dari KONI kabupaten dapat 3 medali emas. Lalu di Kejurprov Balikpapan dapat 2 perak dan 1 perunggu. Terus di Kejurnas 2024 Surabaya di UNESA, Alhamdulillah dapat medali emas dan perunggu di kelas pelajar," paparnya.

Bahkan, Aurel sempat dilirik untuk mengikuti pelatnas.

"Waktu habis Kejurnas sempat diajak pelatnas. Disarankan untuk rajin ikut event-event, katanya ada peluang dibawa ke luar negeri, seperti ke Tiongkok atau Prancis. Tapi kemarin terkendala anggaran," sebutnya.

Meski telah berprestasi, Aurel mengaku masih ada tantangan yang dihadapi, terutama terkait minimnya kesempatan bertanding di luar daerah.

"Untuk saat ini tantangannya lebih ke kurangnya event dan anggaran. Jadi agak susah ikut pertandingan di luar, apalagi yang di Jawa," katanya.

Namun demikian, ia tidak pernah merasa ingin menyerah.

"Belum pernah merasa down. Ayah selalu kasih motivasi, karena untuk mencapai cita-cita itu tidak mudah. Saya ingin bisa masuk pelatnas, selebihnya ingin meraih prestasi di internasional," tuturnya.

Dalam waktu dekat, ia tengah mempersiapkan diri untuk ajang Porprov.

"Persiapannya tentu latihan lebih ditingkatkan, fisik dijaga, pola makan dan tidur juga harus diperhatikan," imbuhnya.

Di momen Hari Kartini, Aurel menjadi bukti bahwa semangat perempuan Indonesia terus hidup dalam generasi muda. Ia pun menyampaikan pesan khusus bagi anak muda, terutama perempuan.

"Untuk anak muda, khususnya perempuan, jangan mudah menyerah. Kejar apa yang ingin dicapai, jangan berhenti di tengah jalan," pungkasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top