
Kegiatan Pameran Keramik Warisan Penghubung Peradaban di Gedung Serapo Kompleks Museum Mulawarman Tenggarong.(Foto : Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Museum Mulawarman Tenggarong menghadirkan inovasi edukasi melalui pameran temporer bertajuk “Keramik Warisan Penghubung Peradaban” yang berlangsung di Gedung Serapo pada 21–23 April 2026.
Kurator pameran, Putu Reza Bimantara, menyampaikan kegiatan ini merupakan program rutin museum yang dikemas secara tematik untuk memperkaya wawasan pengunjung, khususnya pelajar, terhadap sejarah dan budaya.
“Pameran ini tidak permanen, hanya berlangsung beberapa hari dengan tema tertentu. Kali ini kami fokus pada keramik sebagai bagian dari perjalanan peradaban,” ujar Reza, Selasa (21/4/2026).
Dalam pameran ini, berbagai koleksi keramik peninggalan Kesultanan Kutai ditampilkan yang berasal dari berbagai wilayah, seperti Asia hingga Eropa.
Koleksi ini menggambarkan hubungan perdagangan dan interaksi budaya yang telah berlangsung sejak masa lampau.
Tak hanya sekadar menampilkan benda, pihak museum juga menghadirkan narasi edukatif mengenai proses perkembangan keramik, mulai dari gerabah hingga porselen modern.
Untuk menarik minat generasi muda, kegiatan ini juga dilengkapi dengan tur edukasi, permainan interaktif, serta workshop pembuatan gerabah.
Dalam workshop tersebut, pengunjung dapat belajar langsung teknik dasar membuat keramik yang dipandu oleh murid SMK.
“Kami ingin pengunjung tidak hanya melihat, tapi juga merasakan langsung prosesnya. Ini bagian dari pendekatan edukasi yang lebih menarik,” kata Reza.
Antusiasme luar biasa terlihat dari kunjungan pelajar yang datang secara berkelompok.
Salah satunya dari SD Al-Quran Wahda Islamiyah Tenggarong yang mengikuti kegiatan ini untuk pertama kalinya.
Guru pendamping, Putra Adindara Meranti, menilai pameran ini sangat membantu murid memahami sejarah lokal secara lebih nyata.
“Anak-anak jadi lebih mudah memahami karena dijelaskan langsung oleh pihak museum. Ini berbeda dengan belajar di kelas,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar pelajar semakin mengenal sejarah daerahnya sendiri.
Melalui pameran ini, Museum Mulawarman tidak hanya menampilkan koleksi bersejarah, tetapi juga memperkuat perannya sebagai pusat edukasi budaya yang interaktif dan relevan bagi generasi masa kini. (Dri)