
Banner Ajang Nutuk Beham.(Foto: Dok. Disdikbud Kukar)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Ajang tahunan adat Nutuk Beham yang selalu dinanti masyarakat Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, akan kembali digelar pada 23 April 2026 mendatang.
Acara adat yang identik dengan kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat ini setiap tahunnya selalu menyedot perhatian warga sekitar hingga pengunjung dari luar daerah. Suasana meriah pun hampir pasti tercipta, terutama karena momen pelaksanaannya bertepatan dengan waktu libur masyarakat setempat.
Namun, kondisi anggaran pemerintah daerah saat ini menjadi tantangan tersendiri dalam hal dukungan pembiayaan.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo mengaku, pihaknya masih berupaya mencari jalan agar tetap bisa terlibat.
"Kami dari pemerintah desa, dan juga pemerintah daerah, saat ini sedang berusaha untuk bisa ikut membantu dan mensupport kegiatan tersebut," ujarnya pada KutaiRaya.com, Kamis (16/4/2026).
Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan bentuk dukungan secara penuh.
"Untuk saat ini kami belum berani mengatakan bisa membiayai sepenuhnya, tapi kami tetap mengusahakan agar bisa terlibat di sana," jelasnya.
Meski begit, ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak akan mengurangi semangat masyarakat dalam melaksanakan tradisi tersebut. Menurutnya, Nutuk Beham pada dasarnya merupakan agenda budaya yang lahir dan tumbuh dari masyarakat desa itu sendiri.
"Kalau soal meriah, ya sama saja. Namanya acara desa, pasti ramai. Masyarakat juga biasanya libur dan ikut terlibat," katanya.
Ia juga menyinggung dukungan pemerintah daerah mungkin tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya, tetapi upaya untuk tetap memeriahkan acara akan terus dilakukan.
"Bukan berarti tidak ada support, tapi mungkin agak berkurang. Namun kami tetap berusaha memeriahkan," tambahnya.
Keberlangsungan Nutuk Beham tidak sepenuhnya bergantung pada keterlibatan pemerintah. Tradisi ini sudah mengakar kuat dan akan tetap dilaksanakan oleh masyarakat, dengan atau tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah.
"Nutuk Beham itu bukan soal ada atau tidaknya keterlibatan pemerintah. Ini sudah jadi tradisi tahunan, jadi masyarakat tetap akan melaksanakan," pungkasnya. (*Zar)