
Siswa dan Guru SMPN 6 Tenggarong.(Foto: Dok. SMPN 6 Tenggarong)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah yang dipersiapkan mengikuti program Sekolah Adiwiyata tingkat nasional.
Salah satunya adalah SMP Negeri 6 Tenggarong yang dinilai telah siap melanjutkan ke tahap nasional.
Pengendali Lingkungan DLHK Kukar, Aji Said Muhammad Ali, menjelaskan tahap awal yang harus dilakukan sekolah adalah melakukan registrasi melalui aplikasi Sistem Informasi Sekolah Adiwiyata (SIDIA) yang disediakan oleh kementerian terkait.
“Untuk persiapan awal, sekolah wajib melakukan registrasi di aplikasi SIDIA. Setelah itu, mereka mengisi program sekolah sesuai dengan ketentuan yang ada,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, setelah proses registrasi, sekolah akan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengisian program, penilaian berjenjang, hingga pengajuan sebagai calon Sekolah Adiwiyata Nasional oleh DLHK Kukar.
Dalam proses penilaian, ada 24 indikator yang harus dipenuhi sesuai dengan regulasi terbaru.
Indikator tersebut terbagi dalam 5 aspek utama, yakni pengelolaan sampah, kebersihan dan sanitasi, konservasi energi, konservasi air, serta keanekaragaman hayati.
“Kalau melihat kesiapan SMP Negeri 6 Tenggarong, kami menilai sudah cukup siap karena sebelumnya telah meraih Adiwiyata tingkat provinsi. Tinggal melanjutkan dan menyesuaikan dengan sistem terbaru,” tuturnya.
Menurutnya, kendala yang dihadapi sejauh ini tidak signifikan.
Hanya saja, sekolah perlu beradaptasi dengan penggunaan aplikasi SIDIA yang baru diterapkan tahun ini.
Selain SMPN 6 Tenggarong, ada beberapa sekolah lain di Kukar yang berpotensi mengikuti Adiwiyata tingkat nasional, seperti SMPN 1 Tenggarong, SMPN 4 Loa Janan, SMPN 23 Loa Janan, SMPN 3 Muara Badak, serta SMPN 1 Muara Jawa.
Namun, keikutsertaan tetap bergantung pada kesiapan dan pengajuan masing-masing sekolah.
DLHK Kukar memastikan akan terus memberikan pendampingan dan pembinaan, terutama dalam melengkapi dokumen serta pemenuhan indikator yang dipersyaratkan.
“Pendampingan tetap kami lakukan, baik dalam penyusunan dokumen maupun kesiapan lainnya, agar sekolah dapat memenuhi standar nasional,” ujarnya.
Sementara itu Kepala SMPN 6 Tenggarong, James S. Marpaung, menyatakan pihaknya telah menyiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan untuk mengikuti penilaian tingkat nasional.
“Kami sebelumnya sudah meraih Adiwiyata tingkat provinsi, sehingga untuk persiapan ke tingkat nasional tidak terlalu sulit. Tinggal melengkapi dan menyesuaikan dengan ketentuan yang ada,” ucapnya.
Ia berharap dukungan DLHK Kukar dan kesiapan sekolah, sehingga SMP Negeri 6 Tenggarong dapat meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat nasional. (Dri)