• Rabu, 08 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Minyak Goreng.(Foto: Dok. Medsos Pinterest)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pedagang kuliner di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), harus berpikir keras dalam mengatur operasional belanja.

Pasalnya, sejumlah kebutuhan bahan pangan mengalami kenaikan harga yang signifikan.

Salah seorang pelaku usaha gorengan, Nur Hayati mengatakan, harga minyak goreng saat ini mengalami kenaikan, yang sebelumnya hanya Rp 38 ribu menjadi Rp 50 ribu per 2 liternya.

"Harga minyak goreng bervariatif, tergantung dari merknya dimulai dari Rp 42-50 ribu per 2 liternya. Sebelumnya harga minyak goreng berkisar Rp 38-42 ribu per 2 liter," kata Nur Hayati kepada Kutairaya, Selasa (7/4/2026).

Ia mengaku dalam sehari membutuhkan minyak sekitar 12 liter.

Artinya, sebanyak 6 bungkus isi 2 liter.

Kenaikan harga minyak ini sangat memberatkan pelaku usaha kuliner.

Sedangkan penjualan produk kuliner, belum mengalami kenaikan harga.

"Saya sangat dilema, hampir seluruh bahan pangan mengalami kenaikan harga. Tapi sisi lain jika penjualan produk ikut dinaikkan harganya, yang dikhawatirkan sepi pembeli atau konsumen terkejut," ucapnya.

Menurutnya, jika harga pangan terus naik dan tanpa menaikkan harga jual produk, maka akan tidak sesuai dengan biaya operasional, bahkan merugi.

Dia berharap harga komoditas pangan di Tenggarong bisa segera stabil, sehingga tidak perlu menaikkan harga penjualan produk dan biaya operasional bisa diatasi dengan baik.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan, pemerintah daerah telah melakukan pemantauan terhadap sejumlah toko sembako dan lainnya.

Dari hasil pantauan Disperindag, ada sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan, termasuk minyak goreng.

"Kenaikan minyak goreng ini dipicu adanya perang dunia di Timur Tengah. Sehingga yang mengalami kenaikan harga pangan bukan hanya Indonesia, tapi beberapa negara juga mengalami kenaikan harga pangan," kata Sayid.

Untuk menyikapi hal tersebut, pemerintah daerah juga menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) di seluruh kecamatan, yang bekerja sama dengan Bulog Samarinda.

"Untuk harga bahan-bahan pangan di Bulog masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti minyak goreng hanya Rp 14.400 per liter," ucapnya. (Ary)



Pasang Iklan
Top