• Rabu, 08 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pintu Masuk Wisata Puncak Bukit Biru.(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Pesona alam Puncak Bukit Biru di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, terus mencuri perhatian.

Destinasi wisata alam ini kini menjadi primadona baru, dengan jumlah kunjungan yang menembus hingga 3 ribu orang setiap bulannya.

Puncak Bukit Biru menawarkan pengalaman sederhana namun berkesan, menikmati udara segar, bersantai, hingga menikmati hiburan musik di alam terbuka. Tak heran, tempat ini menjadi pilihan favorit masyarakat dari berbagai kalangan.

Ketua Pokdarwis Desa Sumber Sari, Dedy menerangkan, potensi wisata di desanya tidak hanya terbatas pada satu sektor.

Desa Sumber Sari dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Kukar, namun kini mulai berkembang menjadi desa wisata yang lengkap.

"Kalau untuk potensi wisata di Desa Sumber Sari ini, kita punya empat sektor. Pertama wisata alam, kedua agrowisata, ketiga wisata budaya, dan keempat wisata sejarah," ujarnya pada KutaiRaya.com, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, untuk wisata alam sendiri, Puncak Bukit Biru menjadi daya tarik utama yang sedang viral di kalangan anak muda.

"Memang yang paling diminati sekarang ini Puncak Bukit Biru. Sampai detik ini masih sangat diminati. Salah satunya karena kondisi alam yang masih terjaga. Warga di sini berkomitmen menjaga kelestarian, bahkan menolak aktivitas tambang," katanya.

Komitmen menjaga alam ini menjadi nilai yang sulit ditemukan di daerah lain. Ditambah lagi akses menuju lokasi yang mudah membuat pengunjung semakin tertarik.

"Selain jaraknya dekat, akses jalannya juga cukup memadai. Itu yang jadi daya tarik tersendiri," ucapnya.

Seperti yang dikatakan, angka kunjungan Puncak Bukit Biru terbilang signifikan, rata-rata kunjungan harian mencapai ratusan orang, dan melonjak tajam saat hari libur.

"Kalau pengunjung, satu bulan itu bisa sampai 3.000 orang. Hari biasa ratusan, tapi kalau hari libur bisa lebih," tuturnya.

Tak hanya menjadi tempat wisata, Puncak Bukit Biru juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran food point, panggung hiburan, hingga live music memberi tempat bagi warga untuk berjualan dan mendapatkan penghasilan tambahan.

"Harapan kami, pengunjung datang bukan hanya menikmati alam, tapi juga bisa menggerakkan ekonomi warga. Walaupun cuma duduk, ngopi, tapi ada perputaran uang di sini," ungkapnya.

Walaupun begitu, pengembangan Puncak Bukit Biru masih menghadapi banyak tantangan, terutama dalam hal infrastruktur.

"Kendala kami itu di infrastruktur. Tapi kami tetap berusaha mandiri, pelan-pelan kita bangun dari hasil pengelolaan yang ada," imbuhnya.

"Kami sekarang fokus ke kualitas. Karena yang dicari pengunjung itu kepuasan, bukan sekadar datang lalu pulang," tutupnya. (*Zar)

Pasang Iklan
Top