• Kamis, 02 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Rifani.(Foto: Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) terus mendorong pengembangan kawasan peternakan terpadu guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifani, mengemukakan, Kukar berhasil masuk dalam rencana pengembangan fasilitas peternakan setelah melalui sejumlah tahapan seleksi, termasuk penyajian data berbasis spasial.

“Penilaian meliputi topografi lahan, kajian tata ruang, hingga legalitas. Kita mampu menyajikan data spasial yang lengkap, sehingga Kukar akhirnya terpilih,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Rifani menjelaskan, lahan yang disiapkan berada di Desa Lebaho Ulaq dengan luas minimal sekitar 50 hektare untuk tahap awal pembangunan.

Namun, berdasarkan data yang dimiliki, masih tersedia potensi lahan hingga 100 hektare yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

“Kita siapkan minimal 50 hektare, tapi sebenarnya masih ada ruang sampai 100 hektare dengan kondisi lahan relatif datar hingga bergelombang. Ini menjadi nilai tambah bagi investor maupun pemerintah pusat,” tuturnya.

Dalam rencana tersebut, Kukar berpeluang mendapatkan pembangunan fasilitas hatchery (penetasan telur) dan parent stock (induk ayam), yang akan menjadi pusat penyediaan bibit ayam petelur dan pedaging.

Dengan adanya fasilitas ini, Kukar diharapkan tidak lagi bergantung pada pasokan bibit ayam dari luar daerah, seperti dari Kalimantan Selatan.

“Selama ini kita masih mengambil bibit dari luar, seperti dari Banjar. Kalau fasilitas ini terbangun, kebutuhan bibit bisa dipenuhi dari Kukar sendiri,” ujarnya.

Selain meningkatkan kemandirian pangan, pembangunan kawasan peternakan ini juga diyakini akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

“Yang jelas akan menyerap tenaga kerja dan melibatkan masyarakat sekitar. Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton,” kata Rifani.

Ia menambahkan, keberadaan fasilitas tersebut juga akan mendukung kelompok-kelompok peternak di Kukar, terutama dalam kemudahan akses bibit unggul yang selama ini menjadi kendala utama.

“Peternak tidak perlu lagi mencari bibit ke luar daerah. Semua bisa tersedia di sini, sehingga distribusi lebih cepat dan efisien,” tambahnya.

Ke depan, seluruh data peternakan di Kukar juga akan diintegrasikan dalam sistem berbasis spasial, sejalan dengan konsep “Satu Data, Satu Peta” versi Distanak.

Sementara itu Kepala Desa Lebaho Ulaq, Imansyah, menyambut baik rencana pembangunan kawasan peternakan tersebut.

Ia menilai program ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat desa.

“Kami sangat mendukung. Ini peluang besar bagi masyarakat untuk terlibat langsung dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” tuturnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top