
Sekretaris DPMPTSP Sri Ridayani.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sektor nonekstraktif saat ini menjadi peluang investasi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Sri Ridayani kepada Kutairaya, Selasa (31/3/2026).
Ia mengatakan, sektor nonekstraktif itu, meliputi sektor perkebunan kelapa sawit, budidaya rumput laut, pasir kuarsa dan lainnya.
"Saat ini kita fokusnya ke sektor hilirisasi, sebagai peluang investasi yang dinilai menjanjikan," katanya.
Menurutnya, sektor ekstraktif ini merupakan sektor pertambangan batu bara, yang dinilai akan habis ke depannya.
Sehingga sektor nonekstraktif menjadi peluang investasi saat ini hingga yang akan datang.
"Sektor nonekstraktif itu nantinya diolah dari bahan mentah menjadi olahan produk turunannya, seperti kelapa sawit diolah menjadi minyak goreng, rumput laut diolah menjadi produk kosmetik, pasir kuarsa menjadi keramik dan lainnya," ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini sudah ada 944 investor yang menanamkan modalnya di Kukar, terdiri Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
"Untuk nilainya fluktuatif, pada 2025 kemarin realisasi investasi sudah mencapai Rp 12 triliun," tuturnya.
Pada 2026, ia menargetkan nilai investasi sekitar Rp 7 triliun.
Ia meyakini target investasi bakal tercapai, karena pada 2025 lalu, target investasi sekitar Rp 7,3 triliun dan terealisasi sekitar Rp 12 triliun.
Ia menegaskan pemerintah daerah membuka peluang lebar bagi masyarakat yang ingin berinvestasi di Kukar.
"Jika banyak investor yang menanamkan modal di Kukar, pastinya pertumbuhan ekonomi di Kukar semakin membaik," ucapnya. (Ary)