• Rabu, 01 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pabrik dan Produk Kratom di Kecamatan Tenggarong Seberang (Foto : Sukono)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong pengembangan tanaman kratom sebagai komoditas unggulan daerah yang berpotensi besar meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya para petani di wilayah hulu.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menyampaikan kini kratom telah menjadi tanaman endemik yang bisa diandalkan di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Sehingga pemerintah harus cermat dalam melihat dan memanfaatkan peluang ekonomi yang ada.

Menurutnya, produksi kratom di Kukar mencapai 200 hingga 300 ton per bulan, dengan jumlah petani lebih dari 12 ribu orang yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kota Bangun, Tabang,
Tenggarong Seberang, dan Loa Kulu.

“Kalau dikelola dengan baik, kratom ini memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Harga ekstraknya bisa mencapai 2.000 hingga 3.000 dolar per kilogram. Ini peluang besar untuk menjadi sumber ekonomi berkelanjutan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, dengan asumsi produksi bersih mencapai 100 ton per tahun, potensi perputaran ekonomi dari kratom bisa menembus ratusan miliar rupiah.

Hal ini menjadikan kratom sebagai salah satu komoditas strategis yang layak dikembangkan untuk pasar ekspor.

Selain itu, Tenggarong Seberang disebut sebagai salah satu sentra produksi kratom terbesar di Kalimantan Timur, bahkan menjadi wilayah yang memiliki pabrik pengolahan kratom menjadi ekstrak, yang belum dimiliki daerah lain, seperti Kalimantan Barat.

“Ini keunggulan Kukar. Kita sudah punya fasilitas pengolahan, tinggal bagaimana kita dorong pelaku usaha dan petani agar mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas,” tambahnya.

Permintaan kratom di pasar internasional juga terus meningkat, dengan negara tujuan ekspor, seperti Amerika Serikat, Thailand, hingga Republik Ceko.

Produk turunan kratompun cukup beragam, mulai dari bahan kosmetik, farmasi, hingga suplemen energi.

Sementara itu Camat Tenggarong Seberang, Sukono, menegaskan wilayahnya menjadi salah satu penghasil bahan baku kratom terbesar, tidak hanya di Kalimantan, tetapi juga di tingkat nasional.

“Potensi kratom di Kukar sangat besar, terutama di wilayah, seperti Kota Bangun dan sekitarnya yang memiliki ribuan hektare lahan tanaman kratom,” ucapnya.

Ia juga menyebutkan harga kratom kering di tingkat petani saat ini berkisar Rp 25.000 per kilogram.

Adanya pabrik pengolahan di daerah tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi petani untuk meningkatkan pendapatan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga mendorong adanya riset lebih lanjut terkait kratom agar pemanfaatannya semakin optimal dan memberikan kepastian informasi kepada masyarakat.

“Dengan dukungan pemerintah dan meningkatnya permintaan pasar, kratom diharapkan menjadi peluang besar bagi petani dan pelaku usaha untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” tuturnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top