
Kios Kuliner TAS.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pasca liburan Idulfitri 2026, pedagang kuliner di Tangga Arung Square (TAS) mengalami peningkatan omzet hingga Rp 1,5 juta.
Salah seorang pedagang kuliner, Sri Lina Wati mengatakan, selama Ramadan penjualan kuliner mengalami penurunan omzet di bawah Rp 500 ribu.
Penurunan omzet ini dipicu karena orang sedang berpuasa dan adanya Pasar Ramadan di TAS.
"Memasuki lebaran kedua, penjualan kuliner bisa tembus Rp 1,5 juta," kata Sri kepada Kutairaya, Sabtu (28/3/2026).
Ia mengaku bersyukur, banyak pengunjung TAS mampir untuk belanja kuliner.
Pengunjung yang berbelanja kuliner didominasi dari wilayah Tenggarong, hulu, bahkan dari Samarinda.
"Pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Mungkin mereka sedang silaturahmi ke tempat keluarganya dan mampir berbelanja di TAS," ujarnya.
Ia menyebutkan, kuliner yang dijual di antaranya gado-gado, tahu tek, tahu vampur dan mie ayam.
Adapun menu tersebut dibandrol harga Rp 15 ribu.
Dia berharap tingkat kunjungan seperti ini bisa terus terjadi.
Sehingga pertumbuhan perekonomian masyarakat bisa berjalan dengan baik.
Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Sayid Fathullah menyampaikan ikut bersyukur karena para pedagang mengalami peningkatan omzet penjualan.
"Kami meminta para pedagang untuk tetap menjaga kualitas, kontinuitas hingga kuantitasnya, sehingga tak mengecewakan konsumen," ujar Sayid.
Ia bersama pengelola TAS terus berupaya untuk meramaikan suasana TAS, sehingga bisa memberikan dampak terhadap tingkat kunjungan TAS karena tertarik untuk berbelanja. (Ary)