• Sabtu, 28 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Gedung Driving Range Kota Samarinda. Sabtu, (28/3/2026).(Foto : Abi/KutaiRaya)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) terus mematangkan kesiapan fasilitas driving range golf yang berada di kawasan Sempaja agar dapat segera difungsikan oleh masyarakat.

Fasilitas driving range golf di kawasan Sempaja, Kota Samarinda, hingga kini masih dalam tahap pembenahan sehingga belum dapat difungsikan untuk masyarakat. Pemerintah melalui Disporapar masih menyelesaikan pekerjaan teknis, seperti perbaikan elektrikal dan jaring, serta menyiapkan skema pengelolaan dengan pihak ketiga sebelum operasional dimulai. Meski ditargetkan dapat beroperasi pada 2026, kesiapan infrastruktur dan manajemen menjadi prioritas agar fasilitas tersebut dapat berjalan optimal saat dibuka nanti.

Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin mengatakan, saat ini fasilitas tersebut masih dalam tahap pembenahan, khususnya pada aspek teknis dan infrastruktur pendukung.

“Saat ini kita masih melakukan pembenahan, terutama di bagian elektrikal dan perbaikan jaring-jaring. Jadi belum bisa langsung digunakan,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Ia menyebutkan, selain pembenahan fisik, pemerintah juga tengah menyiapkan skema pengelolaan dengan melibatkan pihak ketiga, agar operasional fasilitas dapat berjalan optimal.

“Kita juga sedang mencari pihak ketiga yang akan bekerja sama dalam pengelolaannya. Jadi nanti setelah itu siap, baru bisa dioperasikan,” jelasnya.

Meski belum dapat digunakan dalam waktu dekat, Disporapar menargetkan driving range golf tersebut dapat mulai beroperasi pada tahun 2026.

“Target kita tahun ini sudah bisa beroperasi,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan driving range golf ini diharapkan dapat menjadi tambahan fasilitas olahraga di Samarinda, yang selama ini masih terbatas.

“Samarinda masih kekurangan sarana olahraga.
Fasilitas seperti ini diharapkan bisa menjadi alternatif baru bagi masyarakat,” katanya.

Selain sebagai sarana olahraga, fasilitas ini juga dinilai memiliki potensi untuk mendorong aktivitas ekonomi di sekitarnya, seiring meningkatnya kunjungan masyarakat.

“Kalau fasilitas olahraga bertambah, otomatis akan ada pergerakan ekonomi, baik dari tenaga kerja maupun aktivitas usaha di sekitar lokasi,” ungkapnya.

Disporapar juga berharap, keberadaan fasilitas tersebut nantinya dapat terintegrasi dengan pengembangan kawasan olahraga yang lebih luas, termasuk rencana pembangunan sport center di Samarinda.

“Kita ingin ke depan ada kawasan olahraga terpadu, tidak hanya satu jenis, tapi lengkap dan bisa dimanfaatkan masyarakat secara luas,” tuturnya.

Namun demikian, Muslimin menekankan bahwa, kesiapan pengelolaan menjadi kunci utama sebelum fasilitas dibuka untuk umum, agar penggunaannya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Jangan sampai dibuka tapi pengelolaannya belum siap. Kita ingin ini berjalan baik dan dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat,” tukasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top