• Sabtu, 28 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Hasil Renovasi di Family Water Park Separi. (Foto : Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Wisata air keluarga Family Water Park Separi yang berlokasi di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, biasanya menjadi tujuan favorit saat libur Lebaran. Namun tahun ini, suasananya justru jauh berbeda.

Alih-alih dipadati pengunjung, tempat rekreasi yang identik dengan wahana air ini mengalami penurunan drastis.

Pemilik Family Water Park Separi Suaji, mengatakan, jumlah pengunjung tahun ini turun hingga hampir 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kalau kita lihat ke belakang di 2025, itu bisa penuh. Tapi tahun ini turun hampir 60 persen. Hari pertama buka H+2 Lebaran kemarin saja, hanya sekitar 100 orang," ujar Suaji pada Kutairaya.com, Jumat (27/3/2026).

Walaupun mengalami penurunan, tempat ini sangat-sangat direkomendasikan untuk keluarga yang ingin berlibur bersama.

Namun, mengenai penurunan ini, pihaknya cukup terkejut, mengingat mereka sudah melakukan berbagai renovasi besar menjelang 2026.

Salah satunya, peluncuran baru dengan lintasan seluncur sepanjang 110 meter yang ditujukan untuk pengunjung dewasa.

"Kita sudah renovasi besar, bahkan habis sekitar Rp6 miliar. Harapan saya Lebaran tahun ini lebih meledak dari tahun lalu. Tapi ternyata tidak sesuai harapan," jelasnya.

Menurutnya, salah satu faktor turunnya kunjungan itu karena pergeseran tren wisata masyarakat. Ia melihat banyak wisatawan kini lebih memilih berkunjung ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang ramai diperbincangkan, terutama di media sosial.

"Sekarang ini tren orang-orang larinya ke IKN. Saya lihat juga dari TikTok, ramai sekali ke sana. Jadi mungkin pengunjung kita ikut ke sana," katanya.

Meski begitu, ia mengaku tetap bersyukur dengan kondisi yang ada. Ia menyadari tren wisata akan selalu berubah seiring waktu.

"Ya kita tetap bersyukur. Namanya juga rezeki. Kalau orang lagi tertarik ke tempat baru, ya pasti ke sana dulu. Tapi kalau sudah pernah, biasanya akan kembali lagi," ucapnya.

Untuk menarik kembali minat pengunjung, pihaknya terus melakukan promosi, baik melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, hingga pendekatan langsung ke sekolah-sekolah. Bahkan, mereka juga memberikan berbagai promo dan diskon, terutama untuk pengunjung kategori tertentu.

"Kita tetap berusaha, promosi ke media sosial, ke sekolah-sekolah juga kita jalan. Kita juga punya pengunjung premium, kita kasih diskon. Tapi memang trennya lagi ke sana (IKN)," tambahnya.

Selain faktor tren wisata, kondisi ekonomi juga disebut ikut memengaruhi. Suaji menyoroti dampak penurunan sektor tambang di wilayah tersebut yang berimbas pada berkurangnya jumlah penduduk sementara, seperti pekerja dari luar daerah.

"Banyak karyawan tambang yang pulang kampung karena pengurangan tenaga kerja. Kos-kosan di sini juga banyak yang kosong. Itu sangat berpengaruh ke wisata, bukan cuma kita, tapi juga rumah makan dan toko-toko," ungkapnya.

Meski sedang menghadapi tantangan, Family Water Park Separi tetap menjadi salah satu wahana air terbesar di kawasan Tenggarong Seberang. Dengan harga tiket yang cukup terjangkau, mulai dari Rp25 ribu di hari biasa dan Rp30 ribu saat akhir pekan, tempat ini masih menjadi pilihan rekreasi keluarga.

"Kalau dibilang terbesar di Tenggarong Seberang, ya bisa dibilang begitu. Pengunjung kita juga banyak dari luar kecamatan seperti Sebulu dan SP4," tuturnya.

"Untuk rencana 2027, kita lihat kondisi dulu. Dengan keadaan ekonomi sekarang, kita harus lebih berhati-hati," pungkasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top