
Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai aktivitas ekonomi di kawasan pasar, termasuk di Tangga Arung Square (TAS).
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, menegaskan seluruh kegiatan usaha yang memanfaatkan ruang publik untuk tujuan komersial wajib memberikan kontribusi kepada daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Semua yang berorientasi keuntungan dan menggunakan fasilitas yang kita sediakan, wajib membayar retribusi. Ini sudah diatur dalam Perda Nomor 7 Tahun 2025,” tuturnya, Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan, pengenaan retribusi dilakukan secara terukur berdasarkan luas area yang digunakan dan jangka waktu pemanfaatannya.
Hal ini mencakup berbagai sektor, mulai dari penyewaan lapak, booth, hingga aktivitas hiburan, seperti permainan anak dan pertunjukan musik jalanan.
Menurut Sayid, kebijakan ini terbukti efektif dalam meningkatkan PAD.
Pada awal tahun 2026, kontribusi dari pengelolaan kawasan pasar tercatat mencapai Rp 53 juta.
Sedangkan kegiatan Bazar Ramadan sebelumnya juga menyumbang sekitar Rp 48 juta.
“Ini hasil dari inovasi kita dalam mengelola potensi yang ada. Bahkan, aktivitas kecil seperti pengamen pun tetap kita data dan kenakan retribusi sesuai aturan,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai keberadaan TAS, kini semakin diminati masyarakat.
Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah tenan yang beroperasi secara signifikan, dari awalnya hanya sekitar 20 persen kini telah mencapai 70 persen.
Fasilitas yang semakin lengkap, seperti area kuliner, wahana bermain anak, taman tematik, serta area parkir yang luas, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Kita dorong kawasan ini menjadi pusat ekonomi, sekaligus tempat rekreasi keluarga. Harapannya juga bisa menarik masyarakat dari luar daerah, termasuk dari kawasan IKN (Ibu Kota Nusantara),” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang, Abdullah, mengemukakan, kondisi usaha mulai menunjukkan perbaikan setelah menempati lokasi baru di TAS.
“Sekarang sudah mulai ramai, pembeli datang lagi. Dibanding sebelumnya, perputaran uang sudah lebih baik,” katanya.
Ia berharap pemerintah terus meningkatkan pengelolaan dan fasilitas pasar agar aktivitas perdagangan semakin berkembang dan kesejahteraan pedagang ikut meningkat. (Dri)