• Rabu, 18 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ayam Petelur Puji.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Peternak ayam petelur di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berharap adanya pelatihan pemeliharaan ayam petelur.

Salah seorang peternak ayam petelur, Puji Lestari mengaku belum mengetahui cara pemeliharaan ayam petelur dengan baik, sehingga dapat menghasilkan telur dengan jumlah banyak.

"Saya sudah 2 kali memelihara ayam petelur, tapi gagal. Ayam terlihat kurus dan jumlah produksi telurnya minim," kata Puji kepada Kutairaya, Selasa (17/3/2026).

Berbekal modal nekat, ia terus belajar dan mengevaluasi atas kegagalan pemeliharaan ayam petelur.

"Saya pikir ayam petelur ini memiliki potensi besar. Karena jika sudah rutin produksi pasti menghasilkan," ucapnya.

Ia mengaku sekali memelihara ayam petelur jumlahnya sekitar 100 ekor.

Modal pemeliharaan ayam petelur sangat tinggi, tapi kenyataannya setiap memelihara belum mendapatkan hasil.

"Saya sangat berharap adanya peran pemerintah salam mendukung pemberdayaan masyarakat, sehingga mewujudkan masyarakat yang sejahtera," tuturnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Aji Gazali menjelaskan, peternak unggas bisa saja mengajukan permohonan bantuan, termasuk pelatihan bagi peternak, tapi harus berdasarkan kelompok.

Jika peternak itu masih mandiri, maka ia tak bisa mengajukan bantuan.

"Bantuan yang diberikan sesuai dengan permohonan, tapi melalui kelompok, bukan mandiri," kata Aji Gazali.

Ia menegaskan, jika peternak itu masih mandiri, bisa membentuk kelompok dengan datang ke kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di samping Pengadilan Agama Tenggarong.

"Nanti ada petugas yang menjelaskan terkait mekanisme pembentukan kelompok peternakan," ucapnya. (Ary)



Pasang Iklan
Top