• Minggu, 15 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah (Foto : Andri wahyudi/kutairaya)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan pentingnya menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini kepada para pelajar.

Upaya ini dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan murid dari berbagai jenjang pendidikan.

Ini disampaikan Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, usai menghadiri pembukaan pameran dan workshop kerajinan daur ulang di Tangga Arung Square Tenggarong, Selasa (10/3/2026) lalu.

Menurut Heriansyah, kegiatan yang merupakan kolaborasi antara EO Sinar Intan dan Dinas Pendidikan tersebut melibatkan pelajar mulai dari PAUD, SD hingga SMP.

Para pelajar diajak belajar mengolah sampah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

"Melalui kegiatan ini anak-anak kita diajarkan bagaimana sampah yang tadinya tidak memiliki nilai ekonomis bisa diolah menjadi barang yang bernilai. Ini penting agar mereka memahami bahwa sampah juga bisa menjadi peluang," ujar Heriansyah.

Ia menilai, edukasi pengelolaan sampah harus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan hingga mereka dewasa.

Menurutnya, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Kita ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa sampah adalah masalah bersama yang harus kita tangani bersama. Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan harus diajarkan sejak dini," katanya.

Heriansyah menambahkan, kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional sehingga diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong kreativitas anak-anak serta membuka peluang ekonomi baru melalui kerajinan berbahan daur ulang.

Disdikbud Kukar turut melibatkan para kepala sekolah dalam kegiatan tersebut agar program serupa dapat diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.

"Harapannya guru-guru bisa membimbing anak-anak untuk berpikir kreatif sejak dini. Dari kegiatan kecil seperti ini, kita ingin nantinya muncul wirausaha-wirausaha muda di Kabupaten Kukar," tuturnya.

Di sisi lain, Heriansyah menilai penguatan edukasi pengelolaan sampah di sekolah juga menjadi bagian dari upaya daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, sekaligus mendukung target Kukar untuk kembali meraih penghargaan Adipura.

Sementara itu Kepala SMP Negeri 1 Tenggarong, Imam Huzaini, menyambut baik kegiatan tersebut.

Ia menilai program edukasi daur ulang sangat bermanfaat bagi pelajar karena dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengasah kreativitas mereka.

"Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya belajar menjaga lingkungan, tetapi juga dilatih untuk berkreasi memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat," ujarnya. (dri)



Pasang Iklan
Top