
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur (DPTPH Kaltim), Fahmi Himawan.(Foto : Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Pemerintah melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur (DPTPH Kaltim), memastikan harga dan pasokan bahan pokok tetap terkendali melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Dinas DPTPH KaltimKaltim Jum
Kenaikan permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional kerap memicu lonjakan harga bahan pokok di pasaran. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat serta memicu aksi pembelian berlebihan, yang justru memperparah ketidakseimbangan distribusi. Karena itu, intervensi pemerintah melalui operasi pasar dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga, dan memastikan ketersediaan pangan tetap terjamin.
Kepala Dinas (Kadis) DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan menegaskan bahwa, GPM bukan agenda lokal semata, melainkan program serentak di seluruh Indonesia atas arahan pemerintah pusat. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan harga, yang kerap terjadi menjelang Ramadan dan Tahun Baru Imlek.
“Ini gerakan nasional. Tujuannya menjaga keseimbangan harga dan memastikan pasokan pangan tetap tersedia, saat kebutuhan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Di Kalimantan Timur sendiri, pelaksanaan GPM melibatkan lintas sektor. Selain dinas terkait seperti perikanan, peternakan, dan kesehatan hewan, kegiatan ini juga menggandeng BUMN, BUMD, Perum Bulog, hingga pemerintah kabupaten dan kota.
Pada hari pelaksanaan, tercatat enam titik kegiatan digelar secara bersamaan. Meski demikian, Fahmi mengakui pelaksanaan kali ini hanya berlangsung satu hari karena keterbatasan anggaran dan waktu.
“Kalau idealnya bisa tiga sampai lima hari. Tapi kita pastikan kegiatan ini akan kembali digelar saat Ramadan nanti,” terangnya.
Melalui GPM, pemerintah melakukan intervensi pasar dengan memastikan harga komoditas yang dijual berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Skema tersebut dirancang agar masyarakat, bisa memperoleh harga terjangkau tanpa merugikan penjual.
“Semua komoditas yang dijual berada di bawah HET, jadi tetap terjangkau, namun pedagang juga tidak dirugikan,” tekannya.
Dari sisi ketersediaan, ia memastikan stok pangan di Kalimantan Timur dalam kondisi aman. Dukungan distribusi diperkuat oleh Perum Bulog di wilayah Balikpapan, Berau, dan Paser.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Menurutnya, stabilitas pasar hanya bisa terjaga jika pasokan dan permintaan berjalan seimbang.
“Tidak perlu panic buying. Stok cukup, dan pemerintah akan terus melakukan intervensi jika diperlukan,” tandasnya. (*Abi)