Masyarakat Jantur membuat leduman.(Masayarakat Jantur)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Menyambut Ramadan 2026, warga Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tampak antusias membuat leduman dari batang pohon.
Leduman ini dibuat bertujuan sebagai pertanda telah memasuki waktu berbuka puasa bagi umat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Salah seorang warga Jantur, Jusman mengatakan, proses pembuatan leduman ini membutuhkan waktu sekitar 10 hari.
Ada 2 biji leduman yang akan dibuat, dengan panjang sekitar 8-9 meter.
"Leduman ini dinyalakan sebagai pertanda waktu berbuka puasa, untuk pengingat sahur hanya menggunakan penyiar dari masjid atau musala setempat," kata Jumran kepada Kutairaya, Kamis (12/2/2026).
Ia menerangkan, proses pembakaran leduman itu menggunakan bahan baku karbit.
Sehingga mulai awal hingga akhir puasa, biaya operasionalnya bisa mencapai Rp 25 juta.
"Pembuatan leduman itu telah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat kita. Dan ini mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat," ujarnya.
Ia menuturkan, jika tak membuat leduman, maka masyarakat Jantur merasa ada yang berbeda.
Leduman ini juga sebagai aktivitas generasi muda, untuk ngabuburit atau menunggu waktu berbuka di tepi sungai.
"Suasana sore di tepi sungai ini sangat nyaman, terlebih berkumpul sama teman-teman sembari menunggu waktu berbuka," ujarnya.
Dia berharap upaya masyarakat desa ini bisa memberikan manfaat bagi pihak lainnya.
Terlebih, tradisi ini terus dilestarikan sehingga memikat daya tarik wisatawan, untuk berkunjung ke Jantur saat Ramadan.
Sementara itu Kepala Desa Jantur, Abdul Aziz menyambut baik atas antusiasme masyarakat dalam menyambut Ramadan 2026.
Kegiatan tersebut merupakan tindakan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat setempat.
"Kami mendukung penuh yang dilakukan masyarakat, khususnya membuat leduman," ucap Aziz. (ary)