• Jum'at, 13 Februari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Armada Disdamkarmatan Kukar.(Foto : Andri wahyudi/kutairaya)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan tetap dalam kondisi maksimal menjelang dan selama bulan Ramadan.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani atau akrab disapa Afe’, menegaskan pihaknya tidak pernah menurunkan tingkat kewaspadaan, termasuk saat memasuki bulan suci Ramadan.

"Sebenarnya tidak ada kiat khusus, karena bagi pemadam kebakaran tidak ada istilah kendor. Tingkat kewaspadaan itu harus selalu siaga penuh. Tidak ada level satu, dua, atau tiga, tapi harus selalu di level tertinggi," ujarnya, Selasa (10/2/2026)

Kendati demikian, pihaknya telah melakukan pemetaan (mapping) potensi kerawanan yang kerap meningkat selama Ramadan.

Menurutnya, pola aktivitas masyarakat berubah, terutama saat dini hari ketika warga bangun untuk menyiapkan sahur.

"Selama 11 bulan biasanya dini hari orang tidur, tapi di bulan Ramadan aktivitas memasak terjadi pada jam-jam rawan. Di situ potensi human error bisa muncul, seperti mengantuk, kurang hati-hati atau teledor. Itu yang kami antisipasi," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Disdamkarmatan Kukar berencana menggelar apel kesiapsiagaan beberapa hari sebelum Ramadan untuk memastikan seluruh personel dan peralatan dalam kondisi siap operasional.

Selain itu, pihaknya juga mengintensifkan kegiatan positif bersama relawan kebakaran.

Kegiatan seperti latihan bersama usai salat tarawih digelar untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menjaga aktivitas relawan tetap terarah.

“Daripada kegiatan yang tidak terkontrol, lebih baik kita kumpulkan untuk latihan bersama. Ini sudah 2 tahun terakhir kami lakukan selama Ramadan,” tambahnya.

Terkait penyebab kebakaran, Afe’ mengatakan, salah satu faktor dominan adalah arus pendek atau korsleting listrik, terutama pada bangunan lama yang tidak dibarengi peremajaan instalasi listrik.

"Kami sudah berkoordinasi dengan kecamatan, desa, hingga RT untuk mendata rumah-rumah yang jaringan listriknya sudah tidak layak. Mudah-mudahan ke depan ada program yang bisa menyentuh langsung perbaikan instalasi listrik warga," ucapnya.

Ia terus mengimbau masyarakat agar memastikan kompor dalam kondisi mati sempurna setelah digunakan, memeriksa regulator tabung gas, serta menggunakan kabel dan colokan listrik berstandar nasional.

Sementara itu Lurah Loa Tebu, Rahimudin mengatakan, pihak kelurahan turut aktif melakukan upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, khususnya jelang Ramadan.

"Kami terus berkolaborasi dan berkoordinasi dengan Disdamkarmatan Kukar agar bersama-sama menjaga lingkungan tetap aman dan mengantisipasi musibah yang tidak diinginkan," tuturnya. (dri)



Pasang Iklan
Top