
Jembatan Kukar.(Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil merasa khawatir ketika melintasi Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar).
Kekhawatiran itu muncul, pasca beredarnya informasi jembatan tersebut goyang terlebih dengan kondisi arus lalu lintas macet yang disebabkan kecelakaan lalu lintas.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Indi Nur Hayati mengatakan, ketika mendengar kabar beredar terkait jembatan Kukar bergoyang langsung timbul rasa waswas untuk melintasi jembatan tersebut.
"Kata teman saya, memang jembatan itu goyang. Kejadian itu pada 8 Februari 2026 saat terjadi kecelakaan lalu lintas," kata Indi kepada Kutairaya, Selasa (10/2/2026).
Ia meminta kepada pemerintah daerah agar dapat memastikan kelayakan terhadap jembatan Kukar.
Sehingga tak terjadi hal negatif, bahkan menimbulkan korban jiwa, seperti peristiwa duka pada 2011 silam.
"Masyarakat Kukar memiliki trauma besar, karena pada 2011 lalu pernah terjadi jembatan ambruk, pada saat perbaikan," ucapnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti menjelaskan, atas adanya informasi jembatan goyang, maka pemerintah daerah langsung bergerak cepat untuk memastikan kondisi jembatan itu.
Dari hasil pemeriksaan alat frekuensi yang ditaruh di bawah jembatan menunjukkan jembatan Kukar masih aman.
Pergerakan jembatan itu disebabkan oleh menumpuknya kendaraan di tengah jembatan, akibat adanya peristiwa kecelakaan.
"Sehingga para pengendara berhenti di tengah jembatan, yang mengakibatkan jembatan itu gerak karena bersamaan dengan hembusan angin kencang," kata Linda.
Menurutnya, para pengendara jangan berhenti di jembatan.
Seharusnya ada pengaturan lalu lintas dari pihak terkait, sampai korban laka lantas dievakuasi.
"Kami pastikan jembatan Kukar masih aman. Itu dibuktikan dengan berkonsultasi dengan tenaga ahli, dalam membaca alat frekuensi jembatan," ucapnya. (Ary)