
Pjs Pemimpin Bidang Kredit BJS Bankaltimtara Cabang Tenggarong Arif Tri Cahyono.(Foto : Andri Wahyudi/KutaiRaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Bankaltimtara Cabang Tenggarong terus memperkuat dukungannya terhadap pelaku usaha mikro dan kecil melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Program ini menjadi sarana penting bagi pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk memperoleh tambahan modal dengan bunga rendah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.
Pimpinan Bankaltimtara Cabang Tenggarong, Eryuni Ramli Okol, melalui Pjs Pemimpin Bidang Kredit Bankaltimtara Cabang Tenggarong, Arif Tri Cahyono, menyampaikan target penyaluran KUR secara konsolidasi untuk seluruh cabang pada tahun ini mencapai Rp 240,6 miliar.
“Untuk Cabang Tenggarong sendiri ditargetkan sebesar Rp 12,9 miliar pada tahun 2026,” kata Arif kepada KutaiRaya.com di ruang kerjanya, Selasa (10/2/2026).
Penyaluran KUR di wilayah Tenggarong dilakukan melalui jaringan kantor, terdiri kantor cabang induk serta sejumlah cabang pembantu, sehingga total terdapat sekitar 10 jaringan kantor yang aktif menyalurkan KUR.
Terkait sektor usaha, Arif menjelaskan, segmen penerima KUR cukup beragam, namun didominasi oleh sektor perdagangan.
“Perdagangan masih menjadi sektor yang paling banyak, karena jenis usahanya mudah dianalisis dan terlihat jelas aktivitasnya,” ujarnya.
Dari sisi persyaratan, Arif menegaskan tidak ada perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Calon debitur wajib memiliki usaha yang berjalan.
Dokumen yang dibutuhkan, antara lain fotokopi KTP, Kartu Keluarga, buku nikah (jika ada), Surat Keterangan Usaha atau Nomor Induk Berusaha (NIB), buku tabungan, serta NPWP untuk pinjaman di atas Rp 50 juta.
“Syarat utama tetap usaha yang aktif. Kalau tidak ada usaha, tentu tidak bisa kami biayai, karena yang dibiayai adalah usahanya,” tuturnya.
Untuk bunga KUR, tahun ini ditetapkan sebesar 6 persen.
Sebelumnya sempat diberlakukan skema bunga berjenjang dan subsidi, kini seluruh segmen KUR kembali dikenakan bunga flat 6 persen.
Arif menyampaikan selama ini penyaluran KUR tidak mengalami kendala berarti.
Hingga akhir Desember 2025, posisi penyaluran KUR di wilayah Tenggarong tercatat mencapai sekitar Rp 18,7 milar, dengan salah satu cabang pembantu mencatat realisasi terbesar sekitar Rp 4,66 miliar.
Dalam penentuan plafon pinjaman, pihak bank menyesuaikan dengan besaran usaha dan perhitungan kemampuan bayar nasabah.
“Kami melakukan analisa. Kalau kemampuan bayar hanya Rp 25 juta, ya itu yang diberikan. Jangan sampai pinjaman justru menjadi beban bagi nasabah,” ujarnya.
Ia berharap melalui KUR, usaha para pelaku UMKM dapat berkembang dan naik kelas.
“Harapan kami, dengan tambahan modal dari KUR, usaha bisa berkembang, tidak berhenti di sini. Ke depan, mereka bisa naik kelas ke pembiayaan komersial,” tambahnya.
Sementara itu salah seorang nasabah Bankaltimtara, Abdullah, mengaku sangat terbantu dengan adanya program KUR.
Menurutnya, KUR memberikan akses permodalan yang mudah bagi pelaku UMKM di Tenggarong.
“Program ini sangat membantu kami sebagai pelaku usaha. Harapannya ke depan KUR terus berjalan dan bisa menjangkau lebih banyak pelaku usaha yang ingin berkembang,” ujarnya. (Dri)