• Senin, 04 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Anggota Serapun MAN 2 Kukar.(Foto: Dok. Serapun)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Berawal dari kegiatan ekstrakurikuler tari di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kutai Kartanegara, sebuah komunitas seni bernama Serapun kini tumbuh menjadi wadah pengembangan bakat siswa sekaligus pelestari seni budaya daerah, khususnya seni tari Kutai dan Kalimantan Timur.

Serapun lahir dari eskul tari MAN 2 Kukar yang sebelumnya dikenal dengan nama Extra Dance. Pada tahun 2017, eskul ini kemudian memfokuskan diri pada tari tradisional dan berganti nama menjadi Serapun.

Sejak saat itu, Serapun terus berkembang dan aktif tampil di berbagai acara, baik tingkat daerah maupun provinsi.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 2 Kukar, Bekti Vidyaharjo Pranoto menjelaskan, Serapun ini sering dipercaya tampil dalam berbagai kegiatan penting, mulai dari penyambutan tamu hingga pembukaan acara kementerian.

"Anak-anak kami sering tampil sebagai penari selamat datang, termasuk saat penyambutan, pembukaan event Kementerian Agama, hingga kegiatan pemerintah daerah seperti penyambutan Bupati dan Kepala Kanwil," ujarnya di MAN 2 Kukar, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, melalui Serapun, MAN 2 Kukar ingin menunjukkan bahwa Madrasah bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga wadah untuk mengenal dan melestarikan budaya.

"Kami ingin menunjukkan bahwa santri dan santriwati juga bisa mengenalkan budaya, khususnya tarian daerah. Madrasah berada di titik tengah, tetap belajar agama, tapi juga melestarikan budaya," tambahnya.

Serapun dikenal dengan ragam tarian daerahnya, seperti tari Jepen dan tari Dayak. Tidak hanya itu, komunitas ini juga menggarap aransemen musik sendiri, sehingga setiap penampilan memiliki ciri khasnya.

Nama Serapun memiliki makna sendiri. Kata ini berasal dari kiasan kata serumpun dalam bahasa Banjar, yang dimaknai sebagai perkumpulan tempat bibit-bibit potensi dikumpulkan, dibina dan dikembangkan hingga berprestasi.

"Sederhananya, Serapun adalah tempat anak-anak yang awalnya belum tau menjadi tau, yang belum bisa menjadi bisa, hingga akhirnya mereka mampu mengepakkan sayapnya," ungkapnya.

Saat ini, Serapun memiliki sekitar 91 anggota yang mayoritas siswa perempuan, dan disitulah tantangan yang dihadapi, dengan minimnya peminat penari laki-laki serta waktu latihan yang terbatas karena dilakukan setelah jam pulang sekolah.

Meski begitu dukungan dari berbagai pihak terus hadir, Selain dukungan dari Madrasah, Serapun juga mendapat dukungan dan kesempatan dari pemerintah sehingga mereka dapat tampil dalam berbagai agenda.

Prestasi pun mulai tak kalah. Baru-baru ini, Serapun berhasil meraih Juara 3 dalam lomba tari yang digelar di Politeknik Negeri Samarinda (Polnes).

"Alhamdulillah, berkat kerja keras kepala madrasah, pembina, dan anak-anak, Serapun kini semakin dikenal dan menjadi kebanggaan MAN 2 Kukar," tuturnya.

Pihaknya berharap, bisa terus berkontribusi dalam memperkenalkan dan melestarikan seni budaya Kukar serta menyiapkan generasi muda yang mencintai budaya daerah.

"Kami ingin MAN 2 Kukar ikut memberi sumbangsih bagi daerah, melalui seni dan budaya," tutupnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top