• Sabtu, 10 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Plt. ‎Kepala Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan. Kamis (8/1/2026). (Foto: Abi/KutaiRaya)


‎SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur memastikan, program seragam sekolah gratis telah terealisasi sepenuhnya pada tahun ajaran 2025. Total sebanyak 63.718 paket seragam telah disalurkan kepada siswa baru SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta.

Plt. ‎Kepala Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan menyebutkan, penyaluran seragam telah mencapai 100 persen dan mencakup seluruh sekolah di bawah kewenangan provinsi.

‎“Alhamdulillah, seragam sudah tersalurkan semua. Totalnya sekitar 63.718 paket, untuk SMA, SMK, dan SLB, negeri maupun swasta,” ujar Rahmat, Kamis (8/1/2026).

‎Seragam yang dibagikan tidak hanya berupa pakaian sekolah, tetapi juga celana atau rok, tas, hingga jilbab bagi siswa yang membutuhkan. Khusus SLB, seragam disesuaikan dengan jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP hingga SMA.

‎Menurutnya, distribusi seragam dilakukan ke 558 sekolah di seluruh Kalimantan Timur. Penyaluran dilakukan hingga ke daerah pedalaman dengan berbagai tantangan logistik.

‎“Yang cukup berat itu justru transportasinya. Ada sekolah di daerah yang aksesnya sulit, jadi kami harus jemput bola agar target bisa tercapai,” jelasnya.

‎Ia mengakui, proses distribusi tahun ini masih mengalami keterlambatan karena masa transisi dan penyesuaian dengan waktu penerimaan peserta didik baru. Seragam baru diterima sekolah pada akhir Desember 2025 dan dibagikan kepada siswa setelah masa libur selesai.

‎“Target kita tahun 2026 lebih baik. Kita sudah tahu jumlah murid, jenis kelamin, sampai ukuran bajunya. Jadi bisa lebih cepat dan tepat,” katanya.

‎Lebih lanjut , ia juga menambahkan, kuota seragam gratis untuk sementara masih dipatok di angka 63 ribu paket, menyesuaikan dengan data siswa baru. Namun, Disdikbud Kaltim tetap menyiapkan cadangan jika terjadi penambahan siswa akibat mutasi atau kepindahan.

‎Terkait anggaran, ia memastikan, program seragam gratis tetap aman dan menjadi prioritas, meski dana transfer daerah mengalami penurunan.

‎“Program ini tidak dikurangi. Yang kami efisiensikan justru perjalanan dinas dan rapat-rapat. Seragam gratis tetap aman,” tegasnya.

‎Selain seragam gratis, ia juga menyinggung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar sebagai pengganti Ujian Nasional. Ia mengakui hasil TKA di Kaltim, khususnya pada mata pelajaran matematika dan bahasa Inggris, masih perlu dievaluasi.

‎“Beberapa materi memang belum sepenuhnya dipelajari siswa. Ditambah lagi, karena TKA tidak wajib, secara psikologis anak-anak mungkin tidak terlalu terdorong,” ujarnya.

‎Meski demikian, ia menilai TKA tetap penting sebagai alat pemetaan kemampuan akademik siswa secara nasional. Ia juga aktif mendorong siswa, terutama SMK, untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui program kuliah gratis yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kaltim.

‎“Sekarang kuliah gratis. Anak-anak SMK jangan berhenti di situ saja. Jangan cuma jadi staf, tapi harus naik kelas, jadi pemimpin,” katanya.

‎Ia menyebut, dampak kebijakan kuliah gratis mulai terlihat, khususnya pada lulusan SMK. Banyak siswa yang sebelumnya langsung bekerja, kini memilih melanjutkan kuliah, bahkan ‎sambil bekerja di bidang keahliannya.

‎“Hal ini justru bagus. Ilmunya dapat, penghasilan jalan, dan masa depan lebih panjang,” tukasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top