
Planetarium Jagad Raya.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Planetarium Jagad Raya di Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terpaksa ditutup sementara.
Penutupan ini dilakukan karena beberapa peralatan di Planetarium tersebut sudah berusia tua dan mengalami kendala teknis.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kukar, Arianto menjelaskan, sebagian besar peralatan Planetarium merupakan produk luar negeri dan telah digunakan cukup lama. Kondisi tersebut membuat proses perawatan dan perbaikan menjadi tidak mudah.
"Peralatan Planetarium kita sudah cukup tua dan semuanya berasal dari luar negeri. Untuk memaintenance peralatan tersebut memang cukup sulit," ujar Arianto, pada media KutaiRaya belum lama ini.
Ia menambahkan, untuk alat buat pengganti yang benar-benar maksimal sebenarnya tersedia, namun harganya sangat mahal. Sementara itu, peralatan yang saat ini digunakan belum sepenuhnya mendukung penggunaan secara intensif.
Menurutnya, saat musim liburan, Planetarium digunakan hampir setiap hari. Penggunaan yang terus-menerus tersebut membuat peralatan bekerja secara maksimal dan berisiko menimbulkan gangguan teknis.
"Kalau dipakai terus, apalagi saat libur, peralatan kita itu bekerja maksimal. Di situlah muncul trouble karena ada beberapa peralatan yang memang sudah kurang mendukung," jelasnya.
Akibat kendala teknis yang sempat menghentikan operasional, pihak pengelola akhirnya memutuskan untuk menutup Planetarium sementara waktu. Penutupan dilakukan agar perbaikan dapat dilakukan dengan lebih aman dan optimal.
Terkait waktu pembukaan kembali, ia menyampaikan hal tersebut bergantung pada proses perbaikan. Saat ini, pihaknya menggunakan teknisi lokal dengan pendekatan inovatif dan kreatif, termasuk menyesuaikan peralatan lama dengan rekomendasi perangkat yang lebih terjangkau namun tetap mendukung operasional.
"Ini butuh ketelitian dan kehati-hatian. Penggunaannya juga tidak bisa maksimal seperti peralatan baru,"katanya.
Meski belum bisa memastikan target waktu pembukaan kembali, ia berharap perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin.
"Belum bisa kita tentukan kapan dibuka lagi, tapi secepatnya akan kita perbaiki. Kalau sudah baik, nanti kita operasikan kembali," tutupnya. (*zar)