• Sabtu, 10 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wahana Dino Planet di Tenggarong.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Wahana hiburan keluarga Dino Planet yang berada di Tenggarong resmi berakhir pada 4 Januari 2026, setelah satu bulan lebih hadir dan menghibur masyarakat, jumlah pengunjung diperkirakan capai ribuan orang selama beroperasi.

Wahana yang bertema dinosaurus ini mencatat antusias yang tinggi dari pengunjung di Tenggarong, bahkan jumlah pengunjung pernah mencapai sekitar 1.500 orang dalam sehari pada saat hari pertama dibuka.

Zookeeper Dino Planet, Hasanul Arifin, menerangkan, Dino Planet ini mulai dibuka untuk umum pada 28 November 2025. Awalnya, wahana ini rencananya akan rampung pada 21 Desember 2025, namun karena tingginya minat masyarakat, masa operasionalnya diperpanjang hingga 4 Januari 2026.

"Pembukaan kita tanggal 28 November kemarin. Awalnya sampai 21 Desember, tapi karena antusiasnya tinggi, akhirnya kita perpanjang sampai 4 Januari," ujarnya di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang, Minggu (4/1/2026).

Ia mengatakan, dibandingkan pada kota-kota sebelumnya di Kaltim yang sudah dikunjungi, seperti Samarinda dan Bontang, antusias masyarakat Tenggarong terbilang paling tinggi. Banyak warga yang baru pertama kali menyaksikan wahana Dino Planet secara langsung.

"Di Tenggarong ini pengunjungnya lebih ramai. Antusiasnya lebih tinggi dibanding Samarinda dan Bontang. Bahkan di awal pembukaan, pengunjung bisa sampai kurang lebih 1.500 orang dalam sehari," jelasnya.

Untuk tingkat kunjungan, hari Sabtu dan Minggu menjadi waktu paling ramai. Sementara pada hari biasa, jumlah pengunjung terbilang normal dan stabil.

"Kalau ramai itu pasti di weekend, Sabtu dan Minggu. Hari biasa ya standar," tambahnya.

Terkait tanggapan masyarakat, ia mengaku, mayoritas warga Tenggarong memberikan respon yang baik. Kehadiran Dino Planet dinilai membawa hiburan baru bagi keluarga, khususnya bagi anak-anak, karena menyajikan miniatur hingga dinosaurus berukuran besar serta berbagai permainan edukatif.

"Mereka senang karena jarang ada wahana seperti ini di Tenggarong. Banyak permainan anak-anak, jadi jadi hiburan keluarga," katanya.

Salah satu wahana yang paling diminati anak-anak seperti Dino Walk, dinosaurus yang bisa bergerak dan berjalan. Selain itu, area hewan juga menjadi favorit pengunjung karena membuat anak-anak betah.

Selama beroperasi, Dino Planet tidak banyak menghadapi kendala yang serius, tapi siklus dengan cuaca hujan yang sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangannya.

"Kalau kendala paling karena hujan terus belakangan ini. Selain itu aman-aman saja," imbuhnya.

Setelah menutup wahana di Tenggarong, pihaknya berencana akan melanjutkan berkunjung ke wilayah Kalimantan Selatan, dengan dua opsi lokasi, Banjarmasin atau Tanjung. Namun, kondisi banjir di beberapa daerah kini menjadi pertimbangan.

"Kalau Tanjung kemarin kita lihat banjir, jadi kita list kondisinya nanti, jika tidak memungkinkan, mungkin ke Banjarmasin," ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Tenggarong atas sambutan hangat selama wahana beroperasi.

"Kami mengucapkan terima kasih atas antusias warga Tenggarong. Dari sebelum opening, saat pembangunan pun mereka sudah sangat antusias. Kami juga mohon maaf apabila ada kekurangan, baik dari fasilitas maupun pelayanan. Terima kasih banyak untuk warga Tenggarong," tutupnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top