
Kontingen Taekwondo Kukar di ajang BK Porprov Taekwondo Kaltim Samarinda. (Foto: Dok. TI Kukar)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Kontingen Taekwondo Kutai Kartanegara (Kukar) mendapatkan hasil positif pada ajang Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim yang rampung pada 22 Desember 2025 lalu di Samarinda. Seluruh atlet yang diturunkan berhasil lolos dan melanjutkan ke Porprov 2026, sesuai dengan target awal yang telah ditetapkan.
Sekretaris Umum Taekwondo Kukar, Siti Mahmudah menyampaikan, hasil BK Porprov tersebut sudah sesuai dengan tujuan yang sejak awal direncanakan.
"Kalau hasilnya sesuai dengan tujuan kita ya. Dari awal memang kita tidak mengejar medali dulu, yang penting semua kelas yang kita daftarkan bisa lolos ke Porprov 2026 nanti," ujarnya pada Kutairaya.com saat dihubungi, Rabu (31/12/2025).
Pada ajang tersebut, Taekwondo Kukar menurunkan 14 atlet yang bertanding di 15 kelas tanding. Seluruh kelas yang diikuti berhasil melewati babak kualifikasi dan dinyatakan lolos ke ajang Porprov 2026.
"Alhamdulillah semuanya bisa lolos. Dari 15 kelas tanding yang kita daftarkan, semuanya berhasil melewati babak kualifikasi," jelasnya.
Meski belum berhasil meraih emas, Taekwondo Kukar tetap bersyukur atas capaian yang diraih. Pada ajang tersebut, Kukar memperoleh dua medali perak dan tiga medali perunggu.
"Sebetulnya ada atlet yang berpeluang emas, tapi dia cedera, dia masih bisa lanjut dan dia juga mau, tapi kita lebih memikirkan risikonya. Kita takut cederanya bertambah parah dan penyembuhannya makin lama, jadi kita putuskan untuk berhenti," ungkapnya.
Ia menegaskan, keselamatan atlet menjadi prioritas utama.
"Tujuan kita sudah tercapai, jadi keselamatan atlet lebih utama. Kita pikirkan jangka panjangnya untuk Porprov 2026 nanti," tambahnya.
Terkait dukungan dari Pemkab Kukar, ia mengaku, pada BK Porprov kemarin, pembiayaan kegiatan sempat ditanggung terlebih dahulu oleh pelatih dan pengurus.
"Karena pelaksanaannya itu di tanggal 19 Desember, sudah akhir tahun sekali, dan pemberitahuannya juga mepet. Jadi untuk pengajuan bantuan ke pemerintah memang waktunya sangat terbatas," imbuhnya.
Tapi, pihaknya tetap berkomitmen agar atlet bisa mengikuti BK Porprov. Beruntungnya, kegiatan berlangsung di Samarinda sehingga biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar.
"Yang penting anak-anak bisa lolos dan nanti bisa main di Porprov. Soal biaya diganti atau tidak, itu kita urusan belakangan," katanya.
Kedepannya, pihaknya akan melakukan evaluasi dan peningkatan persiapan. Saat ini para atlet masih menjalani masa pemulihan, terutama bagi yang mengalami cedera.
"Evaluasi pasti ada. Sekarang anak-anak masih recovery, ada yang terapi juga. Kita mulai latihan lagi di bulan Januari," tutupnya. (*zar)