Kegiatan Pelatihan Produksi, Desain Kemasan dan Pemasaran Digital Kewirausahaan UMKM.(DiskopUKM Kukar)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): PT REA Kaltim Plantations (REA) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kegiatan yang digelar melalui Departemen Smallholder & Community Development tersebut menyasar peningkatan kapasitas perempuan, khususnya anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dalam mengembangkan usaha produktif.
Pelatihan produksi, desain kemasan, dan pemasaran digital itu dilaksanakan di Kantor BPU Desa Pulau Pinang dengan melibatkan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kukar sebagai narasumber.
Materinya diarahkan pada peningkatan kualitas produk, inovasi kemasan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jaringan pemasaran.
Kegiatan ini diikuti 25 peserta yang berasal dari 12 desa di Kecamatan Kembang Janggut.
Para peserta merupakan pelaku usaha rumahan dan ekonomi kreatif yang selama ini menjadi penggerak ekonomi keluarga.
Melalui pelatihan ini, mereka diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas akses pasar.
Supervisor Smallholder & Community Development PT REA Kaltim Plantations, Pandi Patodingan mengatakan, pelatihan UMKM ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Program ini masuk dalam pilar Empowering Livelihoods REA yang bertujuan memperkuat pendapatan rumah tangga serta ketahanan ekonomi masyarakat desa.
"Penguatan keterampilan produksi, desain kemasan, dan pemasaran digital menjadi langkah strategis untuk membantu UMKM, khususnya yang dikelola perempuan agar dapat berkembang dan berkelanjutan," ujarnya, Senin (29/12/2025).
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan UKM Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Fathul Alamin, memberikan apresiasi atas inisiatif PT REA Kaltim Plantations yang dinilai konsisten mendukung pengembangan UMKM melalui pola pendampingan.
Menurutnya, pendekatan inkubasi bisnis yang dijalankan perusahaan menjadi nilai tambah karena memberikan pembinaan berkelanjutan, bukan hanya bantuan sesaat.
Ia menambahkan, sinergi antara sektor swasta dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam mendorong UMKM agar naik kelas dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
"Melalui program tersebut, kami harapkan pelaku UMKM di Kecamatan Kembang Janggut mampu menciptakan usaha yang lebih kompetitif serta berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya. (dri)