
Kampung Budaya Pampang, warisan kebudayaan adat Dayak Kenyah yang terus bertahan hingga saat ini, Senin (01/12/2025).(Foto:Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Aktivitas UMKM di Desa Budaya Pampang terus menunjukkan peningkatan signifikan. Ramainya kunjungan wisatawan setiap akhir pekan telah memberikan dampak langsung terhadap pendapatan para pelaku usaha lokal, terutama yang menjual kerajinan khas Dayak Kenyah.
Desa Budaya Pampang yang terletak di Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, merupakan permukiman suku Dayak Kenyah yang dibentuk pada akhir 1980 an sebagai relokasi dari wilayah pedalaman Apo Kayan. Kekayaan budaya masyarakatnya mulai dari seni tari, ukiran, musik sampe hingga rumah adat lamin membuaat Pampang ditetapkan sebagai Desa Wisata Budaya pada tahun 1991.
Berkaca pada sejarah itu, seorang pelaku UMKM, Risna menjelaskan, kegiatan wisata budaya rutin setiap akhir pekan menjadi penggerak utama pertumbuhan UMKM setempat.
Menurut pengalamannya, para wisatawan yang datang untuk menyaksikan pertunjukan seni dan mengenal budaya Dayak turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Aktivitas wisata inilah yang kemudian menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak pelaku UMKM di Desa Budaya Pampang.
"Semenjak pengunjung makin banyak, penjualan kami ikut naik. Kalau akhir pekan, tas rajut, kain songket, dan gelang manik biasanya paling cepat habis," ujarnya saat di Desa Pampang, Senin (01/12/2025) siang.
Dirinya mengaku, kawasan sekitar Lamin Adat menjadi pusat keramaian para wisatawan untuk menyaksikan penampilan khas wisatawan dan berburu suvenir. Hal itu membuat penjualan produk UMKM jauh lebih stabil dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Selama pengunjung ramai, kami bisa hidup dari sini. Harapan kami cuma satu. fasilitas wisata terus dijaga supaya orang betah datang," katanya.
Diantara pelaku UMKM, ia menyebutkan, yang menjadi andalan antara lain kaos motif Dayak, gelang dan kalung manik, tas rajut, sarung, songket, ukiran kayu, serta kerajinan batu giok. Wisatawan menganggap produk lokal ini memiliki nilai budaya yang kuat sehingga cocok dijadikan souvenir.
"Banyak pengunjung yang sengaja cari songket buatan warga sini. Mereka bilang lebih suka beli langsung dari pengrajinnya," tuturnya.
Pelaku UMKM berharap, kondisi tersebut terus berlanjut agar ekonomi masyarakat di Pampang semakin berkembang. Mereka juga berharap kegiatan wisata budaya tetap dipromosikan agar kunjungan wisatawan tidak menurun.
"Yang penting pengunjung tetap ramai. Selama itu, UMKM di sini pasti hidup, dan kami juga sangat terbantu," pungkasnya. (*Abi)