• Jum'at, 01 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Mursinah.(Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat jumlah pengangguran pada Agustus 2025 mencapai sekitar 17 ribu jiwa.

Angka tersebut turut mendorong naiknya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kukar menjadi 4,40 persen, meningkat dibanding 2024 yang berada di angka 4,11 persen.

Kepala BPS Kukar, Mursinah menjelaskan, kenaikan TPT tahun ini dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah perusahaan.

Di sisi lain, peningkatan jumlah lulusan baru yang belum terserap pasar kerja juga turut menyumbang lonjakan angka pengangguran.

"Fenomena yang terjadi, TPT naik karena banyak perusahaan yang melakukan PHK. Selain itu, lulusan baru pada Agustus biasanya cukup banyak dan belum terserap lapangan kerja. Namun kenaikan dari 4,11 persen ke 4,40 persen ini masih relatif kecil dibanding daerah lain," kata Mursinah, Kamis (27/11/2025).

BPS juga mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah angkatan kerja dari 2024 ke 2025.

Total angkatan kerja bertambah sekitar 7.000 orang.

Bertambahnya angkatan kerja ini ikut mendorong naiknya angka pengangguran, mengingat ketersediaan lapangan pekerjaan tidak bertambah secara seimbang.

"Dalam angkatan kerja itu, komponennya terdiri dari penduduk bekerja dan pengangguran. Ketika angkatan kerja naik, tetapi lapangan usaha stagnan, wajar jika angka pengangguran ikut meningkat," tuturnya.

Mursinah menambahkan, laporan terkait serapan tenaga kerja dari sejumlah kegiatan job fair juga belum seluruhnya diterima oleh Dinas Ketenagakerjaan, sehingga potensi serapan sebenarnya masih belum tergambar secara penuh.

Sementara itu, kelompok penyumbang pengangguran terbesar berasal dari pekerja yang terkena PHK, serta para pencari kerja baru yang belum mendapatkan kesempatan di dunia usaha.

"Kami berharap koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar upaya pengurangan pengangguran dapat berjalan lebih efektif, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal," ucapnya. (dri)



Pasang Iklan
Top