• Selasa, 20 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Kutai Kartanegara



Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya ASN BKPSDM Kukar Mukhdan.(Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terus mendorong peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui program beasiswa stimulan dan tugas belajar.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya ASN BKPSDM Kukar, Mukhdan,

Ia menjelaskan, sejumlah kebijakan dan perkembangan terbaru terkait pemberian beasiswa untuk ASN di Kukar.

Mukhdan memaparkan untuk tahun 2025, program tugas belajar telah ditetapkan bagi 5 ASN yang akan menerima pembiayaan penuh dari pemerintah daerah.

Sementara untuk beasiswa stimulan, jumlah pemohon meningkat signifikan, terutama pada jenjang pascasarjana.

"Untuk tugas belajar ada 5 orang yang sudah ditetapkan dan akan kami biayai. Sedangkan untuk beasiswa S2, jumlah proposal yang sesuai mencapai 46 orang. Untuk S1 datanya masih kami finalisasi, dan untuk S3 belum ada pemohon. Pendaftarannya sendiri sudah kami tutup pada 30 Oktober 2025," ujarnya.

Mukhdan menyebutkan nominal bantuan stimulan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, yakni S1/D4 sebesar Rp 5 juta, S2: sebesar Rp 10 juta, dan S3 sebesar Rp 15 juta

"Beasiswa ini bersifat stimulan. Namun untuk tugas belajar, pembiayaannya berbeda karena diberikan secara penuh dan dibayarkan setiap tahun hingga pendidikan selesai," tuturnya.

Program beasiswa ini juga mensyaratkan capaian indeks prestasi tertentu.

Untuk beasiswa mandiri, syarat IP minimal 3,0 bagi S1, sedangkan S2 dan S3 minimal 3,25.

BKPSDM Kukar mencatat jumlah pemohon beasiswa tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi ini terjadi karena sebagian ASN yang sebelumnya mengajukan beasiswa ke program Kaltim Tuntas, kini beralih mengajukan ke program Beasiswa Kukar Idaman.

"Tahun lalu pemohon S1 hanya satu orang, tahun ini sudah lebih dari 30 orang. Lonjakannya mirip dengan yang terjadi pada Beasiswa Kisra beberapa waktu lalu," kata Mukhdan.

Mukhdan mengaku pendidikan ASN Kukar masih perlu ditingkatkan.

Saat ini, baru sekitar 52 persen ASN yang memiliki kualifikasi pendidikan sarjana, sedangkan 48 persen lainnya masih berpendidikan SLTA ke bawah.

"Ini menjadi pekerjaan rumah bagi BKPSDM untuk terus mendorong peningkatan kualifikasi pendidikan ASN. Karena itu, kami setiap tahun melaksanakan sosialisasi agar lebih banyak ASN memanfaatkan peluang beasiswa yang tersedia," ucapnya.

Mukhdan menegaskan, ASN dapat mengajukan beasiswa stimulan lebih dari satu kali selama masih dalam batas semester yang ditentukan.

"Misalnya untuk S1 maksimal semester 8. Bila dia mengajukan di semester 2, lalu mengajukan lagi di semester 4 atau semester 6, itu boleh. Untuk S2, batasnya di semester 4, sedangkan S3 tergantung kampus, bisa semester 3 atau 4," ucapnya.

BKPSDM Kukar berharap program ini dapat mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur, sekaligus mendukung visi daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional, berkompeten, dan berdaya saing.

Beasiswa Stimulan 2025
* Beasiswa 1.000 Guru/Tenaga Pendidik: 3 orang
* Mahasiswa Vokasi/Profesi/Sarjana (D4/S1): 30 orang
* Mahasiswa Pascasarjana (S2): 46 orang
Tugas Belajar 2025
* Strata 1: 1 orang
* Strata 2: 3 orang
* PPDS 1: 3 orang
* PPDS 2: 1 orang (adv/dri)



Pasang Iklan
Top