• Selasa, 20 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Kutai Kartanegara



Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda (Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Geliat ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap menunjukkan perkembangan positif, meskipun menghadapi tantangan efisiensi anggaran pada 2025.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar berhasil menggelar 6 festival dan konser ekonomi kreatif (ekraf) yang merangkul berbagai komunitas kreatif sekaligus memberi ruang hiburan bagi masyarakat.

Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda mengemukakan, rangkaian kegiatan tersebut, meliputi Sangasanga Fest, Koba Fest, Sebuntal Fest, Loa Janan Creative Fest 2025, Pesisir Nusantara, serta Tingkiland Fest yang menjadi penutup.

"Enam kegiatan ini adalah bukti bahwa sektor ekraf tetap bergerak meski anggaran terbatas," ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Zikri menjelaskan, salah satu agenda besar, yakni Kukar Land terpaksa tidak dilaksanakan akibat rasionalisasi anggaran.

Namun, Dispar Kukar tidak ingin momentum penguatan ekraf berhenti begitu saja.

Sebagai solusi, mereka menyiapkan Tingkiland Fest sebagai ajang pengganti.

"Tingkiland Fest adalah hasil penyesuaian kami. Ini menjadi kegiatan terakhir ekraf di 2025," katanya.

Menurut Zikri, setiap festival yang digelar tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga dirancang sebagai sarana promosi bagi produk lokal.

Ia menegaskan, kehadiran artis dalam sebuah festival membawa nilai tambah bagi pelaku ekraf.

"Ketika artis tampil, visual panggung, instrumen lokal, dan produk kreatif kita juga terekspose. Itu strategi promosi yang kami dorong,"tuturnya.

Pendekatan tersebut dinilai efektif karena memberikan ruang baru bagi pelaku ekraf untuk memperluas jangkauan pasar.

Dokumentasi ajang kegiatan, siaran langsung, hingga unggahan dari para artis menjadi portofolio visual yang memperkuat identitas ekraf Kukar.

"Semakin banyak konten tercipta, semakin besar peluang promosi daerah," tambahnya.

Zikri menegaskan, Tingkiland Fest dipastikan menjadi acara penutup sektor ekraf pada tahun ini.

"Tahun ini ditutup oleh Tingkiland Fest. Kami manfaatkan anggaran yang ada semaksimal mungkin agar kegiatan tetap berkualitas," ujar Zikri.

Rangkaian festival tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selain menyediakan ruang hiburan, festival-festival itu turut meningkatkan perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), komunitas seni, dan pelaku kreatif di berbagai kecamatan.

"Seluruh kegiatan itu turut mendukung visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik, terutama dalam penguatan sektor ekonomi kreatif dan pelestarian seni budaya sebagai kekayaan daerah yang perlu terus ditonjolkan kepada publik luas," tuturnya. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top