
Kepala Bidang Pengembangan UKM DiskopUKM Kukar, Fathul Alamin.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memacu transformasi ekonomi melalui Program Kukar Idaman Terbaik yang tertuang dalam Program Dedikasi Kawasan Ekonomi Sejahtera.
Program unggulan ini menjadi komitmen Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin dalam mewujudkan ekosistem ekonomi yang kuat, mandiri dan berkelanjutan berbasis potensi unggulan daerah.
Kepala Bidang Pengembangan UKM DiskopUKM Kukar, Fathul Alamin menjelaskan, Program Kawasan Ekonomi Sejahtera dirancang untuk menciptakan simpul-simpul kegiatan ekonomi yang efektif dan efisien melalui pemanfaatan sumber daya ekonomi terbarukan di setiap wilayah.
"Salah satu program unggulan yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati adalah program dedikasi kawasan ekonomi sejahtera. Program ini diarahkan untuk pembangunan kawasan strategis yang dapat mempersiapkan simpul kegiatan ekonomi berbasis potensi unggulan di setiap kecamatan," kata Fathul.
Dalam kerangka besar program ini, Kabupaten Kukar dibagi ke dalam 3 zona utama sesuai karakteristik wilayah dan potensi ekonominya, yakni Zona Perdagangan dan Jasa, berpusat di wilayah perkotaan untuk memperkuat sentra aktivitas ekonomi masyarakat.
Kemudian Zona Industri Hijau, mencakup kawasan agro, pertanian dan perkebunan sebagai motor ekonomi berbasis sumber daya alam berkelanjutan.
Lalu, Zona Pariwisata dan Pangan, difokuskan pada wilayah yang memiliki potensi kepariwisataan dan sentra pangan unggulan.
"Ketiga zona ini menjadi perangkat unggulan Pemkab Kukar dalam rangka transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif menuju ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan," ujar Fathul.
DiskopUKM Kukar memegang peran strategis dalam program ini, terutama dalam menghubungkan pelaku usaha di sektor hulu, seperti petani dan pekebun dengan pelaku usaha di sektor hilir melalui diversifikasi produk.
"Tujuannya adalah meningkatkan nilai tambah produk. Jika sebelumnya hanya berupa bahan baku dengan nilai ekonomi rendah, kini kita dorong untuk diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi," ucapnya.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya melibatkan DiskopUKM, tetapi hampir seluruh perangkat daerah terkait, termasuk dinas pertanian, perikanan, perdagangan, pekerjaan umum, hingga pariwisata.
"Semua OPD berperan dalam mewujudkan ekosistem ekonomi yang saling terhubung dan saling menguatkan. Intervensi dilakukan sesuai kondisi riil dan potensi unggulan setiap wilayah," tutur Fathul.
Program Kawasan Ekonomi Sejahtera diterapkan di seluruh kecamatan di Kukar, dengan fokus pada pengembangan potensi yang telah dipetakan ke dalam tiga zona strategis tersebut.
Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap lahirnya simpul-simpul ekonomi baru yang mampu menggerakkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
"Harapannya, seluruh program pemberdayaan yang ada di Pemkab Kukar dapat terarah dan fokus pada tiga simpul besar tadi. Dengan demikian, pembangunan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih kuat, terukur, dan berkelanjutan," ucap Fathul.
Program ini sekaligus menjadi pijakan penting dalam mewujudkan visi Kukar Idaman Terbaik, yakni terciptanya masyarakat Kabupaten Kukar yang sejahtera melalui pembangunan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah. (adv/dri)