
Foto : Proses pencarian korban hilang di perairan desa Sepakat (Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama tim gabungan melakukan pencarian warga hilang, diduga tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Desa Sepakat Kecamatan Loa Kulu, Rabu (5/11/2025).
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani mengatakan, pencarian korban hilang itu dilanjutkan hingga malam hari.
Pencarian itu dilakukan dengan menggunakan metode penyisiran.
"Penyisiran dilakukan dengan radius sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian," kata Fida kepada Kutairaya.
Selain penyisiran, pihaknya juga akan menggunakan metode jangkar yang berisi kail.
Dua metode itu dinilai cocok dalam melakukan pencarian korban hilang di perairan.
"Kami tidak menyarankan petugas untuk melakukan penyelaman, karena itu membahayakan keselamatan petugas," ucapnya.
Pihaknya berkomitmen terus melakukan pencarian korban hingga ketemu sehingga pihak keluarga merasa tenang.
Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Basarnas Samarinda, M Sianturi menjelaskan, pencarian korban hilang ini dilaksanakan selama 7 hari.
Hal itu telah diatur dalam peraturan Undang-Undang.Sebab dalam waktu 7 hari itu, menurut penelitian korban yang hilang di perairan kemungkinan besar diprediksi dalam kondisi meninggal dunia.
Sehingga jasad korban itu akan mengambang dan membengkak.
Jika dalam waktu 7 hari tak ditemukan, maka bisa diprediksi jasad korban ini meledak dan hanya menyisakan tulang.
"Kalau sudah meledak, korban ini bisa tenggelam kembali. Karena hanya tulang saja. Untuk itu, kita terus berupaya melakukan pencarian dengan penyisiran, sebab tak memungkinkan untuk dilakukan penyelaman," ujar Sianturi.
Adapun alasan tak dilakukan penyelaman, di antaranya, arus di bawah permukaan Sungai Mahakam ini sangat deras.
Sehingga ini sangat membahayakan keselamatan petugas yang melakukan pencarian.
Jangan sampai dalam pencarian korban hilang ini menimbulkan korban baru.
"Arus di bawah itu sangat deras, badan kita di bawah itu, seperti kibaran bendera yang tak berdaya," ucapnya. (ary)