
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar Ananias.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk pemenuhan sarana prasarana (sapras) ketahanan pangan.
Sapras tersebut berupa 100 unit lantai jemur, lumbung pangan hingga pembangunan Rice Milling Unit (RMU).
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias mengatakan, terkait infrastruktur cadangan pangan, Kukar ada lumbung pangan.
Lumbung Pangan itu ada di 5 lokasi yang dibangun di 2025, di antaranya Tenggarong, Loa Kulu ada dua, yakni Desa Sumber Sari dan Sungai Payang, Sebulu dan Marangkayu.
"Kemudian kita juga ada pembangunan lantai jemur, ada lantai jemur UV, ada juga lantai jemur biasa. Kemudian pengadaan RMU juga ada, termasuk rumah untuk RMU-nya, untuk pengilingan padinya," ujarnya, Rabu (22/10/2025).
Untuk APBD Perubahan ini, Disketapang memulai untuk inovasi yang terbaru, yaitu lantai jemur portabel.
Lantai jemur portabel ini sekitar 100 unit untuk masyarakat.
"Mudah-mudahan dengan adanya lantai jemur portabel ini bisa membantu pasca panen. Karena rata-rata petani kita ini kan terkendala pada saat penjemuran. Lantai jemur portabel 100 unit, nanti kita bagikan beberapa unit kepada kelompok tani yang sudah membuat permohonan bantuan. Dengan bantuan ini paling tidak untuk memangkas jarak dari sawah ke lantai jemur,"tuturnya.
Adanya lantai jemur portab yang jumlahnya banyak ini bisa mendekatkan ke lokasi lahan pertanian, langsung ada di sawah, sehingga memangkas jarak tempuh dari lahan budidaya ke penjemurannya,
Lebih bagusnya lagi, lantai jemur portabel ini tidak memerlukan hibah lahan karena ini bisa diangkat dan dipindahkan, jadi masyarakat bisa swadaya membuat apa untuk alas lantai jemurnya.
Pada saat mereka mau menjemur, taruh di tempat mereka. Nanti kalau anggota lain perlu bisa diangkat, dipindahkan ke anggota yang lain. Sehingga petani tidak perlu kehilangan lahan untuk pembangunan lantai jemur.
Sehingga minimal dari petani juga lebih dimudahkan. Pemda juga tidak perlu pusing mencari lahan untuk pembangunan.
"Program ini menjadi salah satu inovasi Dinas Ketahanan Pangan dalam penyediaan infrastruktur kemandirian pangan, yaitu lantai jemur portabel. Itu pelaksanaannya nanti di APBD Perubahan 2025," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno menyambut baik program dari Disketapang Kukar, dengan menyediakan bantuan lantai jemur bagi para petani produktif.
Dan Sumber Sari sebagai salah satu penerima bantuan tersebut. "Harapannya, dengan bantuan ini tidak hanya memberikan solusi penjemuran gabah, tapi juga meningkatkan penghasilan para petani, khususnya di Desa Sumber Sari," ucapnya. (dri)