
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kukar Kusnandar.(Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) mencapai Rp 509 miliar sampai dengan Oktober atau sekitar 62 persen.
Semua kegiatan terus berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Capaian ini terus bergerak karena program kegiatan berjalan, seperti pelayanan Jaminan Kesehatan hingga pengembangan rumah sakit dan Puskesmas.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Kusnandar menjelaskan, serapan anggaran di Dinkes sampai Oktober baru Rp 500 miliar dari anggaran Rp 800 miliar.
"Targetnya penyerapan anggaran di tahun 2025 di atas 70%. Yang jelas kita bergerak terus, kalau kita lihat di September lalu Rp. 450 miliar atau 50%," kata Kusnandar Selasa (21/10/2025).
Kusnandar menyebut serapan anggaran ini mencakup semua kegiatan, mulai dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pembangunan Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan pengembangan rumah sakit Muara Badak.
Penyerapan anggaran diperuntukkan di antaranya pengembangan rumah sakit Muara Badak, lanjutan untuk lansekap dan pagar.
Kemudian yang kedua, dia membangun kompleks untuk sarana dan prasarana rumah sakit.
"Untuk membuat landscape taman, lampu dan sebagainya termasuk parkir sama pagar. Itu kalau digabung nilainya kurang lebih sekitar sekitar Rp 14 miliar, termasuk jalan masuk rumah sakit," bebernya
Kemudian prasarananya itu kurang lebih sekitar Rp 55 miliar, dipergunakan untuk membangun musala, rumah dokter, mes tenaga kesehatan hingga rumah dinas.
Kemudian ada 2 Puskesmas dan 8 Pusban, yakni pembangunan Puskesmas Muara Wis yang merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya, pembangunan Puskesmas Marang Kayu.
Selain itu, pembangunan dan rehab Pusban di tahun ini ada 7, di antarnya Puskesmas Pembantu Bangun Rejo Tenggarong Seberang, Puskesmas Pembantu Pendingin Sangasanga.
Kemudian Puskesmas Pembantu Buluq Sen Tabang, Puskesmas Pembantu Muara Teboq Tabang, Puskesmas Pembantu Rantau Hempang Muara Kaman, Puskesmas Pembantu Lamin Telihan Kenohan, Puskesmas Pembantu Purwajaya Loa Janan (lanjutan), dan Puskesmas Pembantu Tanah Datar Muara Badak.
Targetnya paling lambat 10 Desember 2025, karena tidak bisa, misalnya kalau Pusban di 7 lokasi langsung berjalan serentak, pasti minggu depannya baru berproses untuk yang lain.
"Harapan kami, setidaknya tidak ada potensi utang untuk tahun ini. Semua yang sudah kita kerjakan itu terbayarkan," tuturnya. (dri)