
Atlet Perbasasi mengikuti Kejuaraan Junior di Samarinda, meraih perak.(Dok Perbasasi Kukar)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Upaya untuk menciptakan dan melahirkan atlet-atlet berprestasi dimasa mendatang, Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Kukar terus mengembangkan program pembinaan sejak usia dini.
Sekretaris Perbasasi Kukar Rakhjib Martapianur menyampaikan, pembinaan saat ini menyasar pada umur 9-18 tahun.
"Program pembinaan kami sekarang fokus ke usia dini ,tujuannya untuk mengenalkan olahraga baseball dan softball, sekaligus mencari bibit atlet muda yang bisa kami kembangkan untuk kejuaraan nantinya," ujar Rakhjib pada Kutairaya.com, Selasa (23/9/2025).
Menurutnya, banyak anak-anak di Kukar yang hanya tau tentang kasti. Sebagai informasi, kasti dan Baseball ataupun SoftBall tidak sama, perbedaannya dilihat dari alat dan aturan permainan.
Untuk itu, Perbasasi Kukar berusaha memperluas pemahaman masyarakat terhadap olahraga baseball dan softball.
"Saat ini, jumlah atlet aktif yang tergabung dalam Perbasasi Kukar sekitar 70 orang, termasuk anak-anak usia dini," ucapnya.
Selain pembinaan, pihaknya juga tengah mempersiapkan para atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang akan digelar di Paser.
“Kami ingin atlet Perbasasi Kukar bisa ambil medali di Porprov dan target kami jangka panjangnya untuk bisa tembus ke PON. Maka dari itu pembinaan usia dini terus dijalankan, dan event pertandingan juga harus diperbanyak supaya atlet kita punya cukup pengalaman tanding," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala pelatih Perbasasi Kukar Agung Dwi Pangga menjelaskan, bahwa batas usia yang dibina saat ini dimulai dari 9 tahun hingga 18 tahun, karena untuk anak-anak SD kelas 1-3 belum bisa diikutkan sebab bola yang digunakan cukup keras.
Ditahapan awal pembinaan, anak-anak dikenalkan lebih dulu pada dasar-dasar permainan seperti teknik lempar tangkap bola, cara memegang pemukul (bat) dan menggunakan sarung tangan (glove). Setelah memahami dasar, latihan akan dilanjutkan ke teknik dan latihan fisik.
"Latihan kami bertahap, disesuaikan dengan kemampuan anak-anak, karena olahraga ini agak sulit, jadi harus sabar," katanya.
Saat ini, latihan dilakukan tiga kali dalam seminggu, untuk lokasi latihan berada di halaman parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong. Meski pembinaan terus berjalan, Perbasasi Kukar mengaku harus menghadapi beberapa kendala, seperti minimnya fasilitas.
"Kalau hujan kami bingung, otomatis tidak bisa latihan, tidak seperti sepak bola yang masih bisa jalan meski lapangan becek," sebutnya.
Dari sisi prestasi, Perbasasi Kukar sempat meraih prestasi di tahun 2025, walaupun saat ini minimnya event atau kejuaraan yang diselenggarakan. Seperti pada Kejuaraan Junior di Samarinda lalu, tim Kukar berhasil meraih peringkat dua.
"Harapan kami sederhana, semoga proses ini bisa terus berjalan dan berkembang, kami ingin Kukar punya banyak atlet berprestasi, terus dapat medali," pungkasnya. (*zar)