• Senin, 04 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPRD Kalimantan Timur



(Anggota DPRD Kaltim Andi Satya Adi Saputra.Istimewa)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar Andi Satya Adi Saputra menyoroti, kurangnya tenaga kesehatan di Kaltim yang dinilainya sudah berada pada level mengkhawatirkan.

Dari total kebutuhan sekitar 4.000 tenaga medis, hingga kini baru terpenuhi setengahnya.

"Jika krisis tenaga kesehatan ini tidak segera ditangani secara sistematis, maka bisa menjadi hambatan besar bagi pencapaian standar pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur, " ungkapnya.

Ia mengaku, untuk solusi jangka pendek, dirinya mendorong pemanfaatan teknologi digital, terutama layanan telemedicine yang mulai berkembang secara nasional.

"Sistem pelayanan kesehatan jarak jauh ini dapat membantu menjangkau daerah-daerah yang kekurangan dokter atau tenaga medis lainnya. Sebab teknologi harus jadi solusi. Apalagi sekarang akses internet di banyak wilayah sudah membaik. Ini bisa dimanfaatkan untuk pemeriksaan awal dan konsultasi tanpa harus ke pusat kota,” tuturnya.

Ia menegaskan, pentingnya kerja sama lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi di luar Kaltim, guna mempercepat distribusi dokter dan tenaga medis ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Skema kemitraan semacam ini diharapkan memperkuat cakupan pelayanan dasar kesehatan di seluruh provinsi, " imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk jangka panjang, dirinya menyarankan agar pemerintah daerah memberikan beasiswa khusus kepada putra-putri daerah yang ingin kuliah di bidang kesehatan, terutama kedokteran, dengan ikatan kerja agar mereka kembali mengabdi di kampung halaman.

“Ini bentuk investasi jangka panjang. Kita biayai sekolah mereka, tapi mereka juga punya tanggung jawab untuk kembali dan membangun daerah,”tutupnya. (One/Adv)



Pasang Iklan
Top