
Marbot Masjid, Mulyadi dan Penjaga Gereja GPID Smirna, Meike Walangitan
SAMARINDA (KutaiRaya.com) – Pengabdian panjang dua penjaga rumah ibadah di Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya mendapat balasan manis, Mulyadi (46), marbot Masjid Baiturrahman di Pelita VI Samarinda, dan Meike Walangitan (56), penjaga gereja GPID Smirna di Karang Tunggal, Kutai Kartanegara, terpilih melakukan perjalanan religi gratis yang digagas Pemprov melalui program Gratispol.
Keduanya merupakan sosok yang telah puluhan tahun menjaga dan merawat rumah ibadah di wilayah masing-masing. Melalui program ini, Mulyadi akan menunaikan umrah ke Tanah Suci Mekkah, sementara Meike akan ziarah ke Yerusalem, tanah kelahiran Yesus Kristus.
"Saya sangat bersyukur, dan semoga semua proses keberangkatannya berjalan lancar," ungkap Mulyadi, Senin (30/06/2025).
Mulyadi diketahui telah mengabdi sebagai marbot di Masjid Baiturrahman sejak 2003 tanpa pernah berpindah tugas. Ia mengajar anak-anak mengaji setiap hari, dan tinggal di masjid sebagai bagian dari pengabdiannya.
"Saya tinggal di masjid, ngajar anak-anak mengaji setiap hari. Umrah ini seperti hadiah dari langit buat kami yang menjaga rumah Allah siang malam," ucapnya.
Ia sempat berangkat umrah 2014, juga atas bantuan orang lain. Namun, pengalaman kali ini terasa sangat berbeda. Selain berasal langsung dari program pemerintah, ia juga merasa mewakili marbot lain di Samarinda.
"Saya harap teman-teman marbot lainnya juga bisa dapat rezeki yang sama," ujarnya.
Di tempat terpisah, Meike Walangitan, penjaga gereja yang telah 32 tahun mengabdi, juga tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengira hanya diundang untuk menghadiri acara, namun namanya masuk dalam daftar penerima bantuan ziarah ke Yerusalem.
"Perasaan saya senang sekali, sangat berbahagia. Ini luar biasa. Sangat terkesan dan berharap program ini bisa terus berlanjut,"kata Meike.
Meike bertugas di gereja GPID Smirna selama 18 tahun terakhir. Perjalanan ke Yerusalem akan menjadi pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di tanah yang selama ini hanya bisa ia bayangkan.
"Saya enggak pernah mimpi. Bahkan enggak terbayangkan sama sekali. Pokoknya saya pikir hanya datang menghadiri acara saja, tapi ternyata saya terpilih," ungkapnya.
Meski belum sempat menyiapkan apa pun, ia menyebut kesempatan ini sebagai jawaban dari doa panjang yang sebelumnya terasa mustahil untuk terwujud.
"Dari dulu pengen sekali ke sana. Tapi saya pikir mana mungkin bisa. Ternyata hari ini benar-benar nyata," tutupnya.
Sebagai informasi, program Gratispol sendiri dirancang sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kepada para penjaga rumah ibadah yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga ketenangan dan pelayanan umat. (skn)