
para lansia saat senam bersama
SAMARINDA,(Kutai raya.com) Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025 yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda disambut antusias para lansia, Kamis (26/06/2025).
Kegiatan yang dirangkai dengan senam bersama dan pemeriksaan kesehatan gratis ini menjadi momen penting bagi para peserta lanjut usia untuk berkumpul, bergerak, dan menjaga kesehatannya secara preventif.
Salah satu peserta berusia 72 tahun, Ardaniah Achmid, mengaku bersyukur bisa turut serta dalam kegiatan tersebut dan mengungkapkan, meski tidak setiap bulan, ia tetap rutin memeriksa kondisi kesehatannya, terutama tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan asam urat.
"Paling tidaknya setiap tiga bulan atau kadang-kadang empat bulan saya cek. Kalau tensi saya punya sendiri di rumah, yang digital itu," ungkap Ardaniah.
Menurutnya, usia yang semakin lanjut membuatnya harus lebih memperhatikan pola hidup, termasuk menjaga berat badan dan tekanan darah.
"Kalau berat badan naik terus kan bisa jadi tekanan darah juga ikut naik. Jadi ya harus dijaga benar-benar," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ardaniah menyampaikan apresiasinya terhadap bentuk kegiatan yang menyeluruh, mulai dari senam lansia hingga pemeriksaan kesehatan.
Ia menilai senam yang diberikan kali ini sangat cocok bagi usia lanjut karena gerakannya ringan namun tetap bermanfaat.
"Tadi senamnya bagus ya, saya jarang-jarang ikut senam seperti itu. Gerakannya tidak terlalu berat, tapi tetap menguras tenaga. Cocok untuk lansia," tuturnya.
Bagi Ardaniah, kegiatan seperti ini bukan sekadar bentuk penghargaan terhadap lansia, tapi juga motivasi untuk tetap menjaga kesehatan secara mandiri.
"Lansia itu bukan berarti harus dilayani terus, atau identik dengan sakit-sakitan. Kita tetap bisa sehat, bisa mandiri, bisa melayani diri sendiri," ucapnya.
Lebih lanjut, Ardaniah berharap kegiatan seperti ini bisa digelar secara rutin, tidak hanya dalam momen Hari Lansia.
"Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut, tidak hanya pas Hari Lansia saja, tapi juga di hari-hari besar lainnya, seperti Hari Ibu, Hari Kartini, 17 Agustus, dan sebagainya," lanjutnya.
Ia pun menyampaikan harapannya kepada Dinkes Samarinda agar terus melibatkan lansia dalam kegiatan sosial dan kesehatan.
"Lansia itu rentan. Banyak dari kami malas atau takut periksa kesehatan karena khawatir ketahuan sakit. Jadi kalau ada acara seperti ini, bisa mendorong kami lebih peduli dengan kesehatan," tutupnya. (skn)