• Selasa, 20 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Sampah Masyarakat Miliki Nilai Ekonomis, Pemerintah Kecamatan Loa Kulu Kelola TPS3R.


TENGGARONG (KutaiRaya.com) Sejumlah warga Loa Kulu merasakan manfaat dari pengelolaan sampah. Sebab masih ada sebagian sampah yang memiliki nilai ekonomis.

Salah satu warga Loa Kulu Firda Rahmadani mengatakan, selama ini sampah dinilai sangat tidak bermanfaat dan hanya dibuang begitu saja. Namun faktanya, sebagian sampah masih ada yang memiliki nilai ekonomis.

"Sampah itu nantinya kita pilah dan dijual ke pengelolaan sampah Pemerintah Kecamatan Loa Kulu yaitu Simpamas," kata Firda Rahmadani pada Kutairaya, Selasa (17/6/2025).

Ia menyebutkan, jika sampah rumah tangga sudah terkumpul banyak. Maka ada petugas sampah, yang menjemput sampah ke setiap rumah. Nantinya sampah yang bermanfaat ditimbang dan dihitung, kemudian dibayarkan.

"Dalam satu pekan, biasanya sampah yang dihasilkan khususnya bernilai ekonomis bisa mencapai 30-50 ribu," sebutnya.

Sementara pengelolaan sampah pemerintah kecamatan Loa Kulu ini, memberikan kepastian harga yang maksimal dari pada pemulung dan sampah rumah tangga lainnya juga diangkut.

Dengan adanya pengelolaan sampah ini, dipastikan dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat. Hal ini dapat menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi.

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Umum Pemerintah Kecamatan Loa Kulu Muhammad Fadli menjelaskan, di Loa Kulu memiliki Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recyle (TPS3R). Ini dibangun oleh pemerintah daerah pada 2023 lalu dan dioperasikan 2024.

"Pembangunan ini bertujuan, untuk mengelola persampahan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat Loa Kulu," jelas Muhammad Fadli.

Pengelolaan TPS3R ini dengan sistem jemput bola ke rumah masyarakat maupun Bank Sampah di setiap desa. Sampah masyarakat tersebut bisa dipilah langsung oleh masyarakat atau Bank Sampah, bahkan salah satu Bank Sampah di Loa Kulu setiap menjual sampahnya bisa mencapai 1 juta rupiah.

"Sebagian besar sampah masyarakat itu memiliki manfaat jika dikelola dengan baik. Sampah rumah tangga bisa dibakar dan menjadi abu, yang bisa digunakan sebagai bahan produksi batako," ucapnya.

Selain itu, sampah rumah tangga juga dapat digunakan sebagai pupuk tanaman dan lainnya. Dalam hal ini, Pemerintah Kecamatan Loa Kulu komitmen terus mengembangkan inovasi dari pengelolaan sampah.

"Inovasi pengelolaan sampah ini harus ada, karena dalam sehari sampah di Loa Kulu mencapai 8 ton, tapi yang dikelola baru 4 ton dan sisanya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir," ungkapnya. (ary)



Pasang Iklan
Top