
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Desa Loh Sumber di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini resmi menyandang status sebagai desa mandiri, sebuah pencapaian membanggakan yang tidak hanya menjadi bukti keberhasilan pemerintah desa, tetapi juga kekompakan masyarakat dalam membangun daerahnya.
Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah desa, lembaga desa, dan masyarakat yang aktif menciptakan berbagai terobosan di sektor pertanian dan ekonomi lokal.
"Keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja pemerintah desa, tetapi juga berkat inovasi dan kekompakan masyarakat dalam membangun desa," ujar Sukirno pada Sabtu (3/5/2025).
Salah satu kunci sukses desa ini adalah pengaktifan kembali BUMDes Sumber Purnama, yang kini menjadi penggerak utama perekonomian berbasis pertanian. Melalui BUMDes tersebut, para petani kini mendapatkan akses bantuan, pendampingan usaha, serta peluang distribusi hasil panen yang lebih luas.
"Dulu, BUMDes kami belum aktif. Sekarang, alhamdulillah, manfaatnya sangat dirasakan petani," tambah Sukirno.
Pencapaian Desa Loh Sumber menjadi bagian dari kemajuan signifikan yang dicatat oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyebut bahwa hingga tahun 2024, sebanyak 87 desa di Kukar telah berstatus desa mandiri dari total 237 desa. Lebih membanggakan lagi, seluruh desa di Kukar telah lepas dari status tertinggal maupun sangat tertinggal sejak 2022.
"Ini merupakan hasil kerja keras bersama, baik dari pemerintah desa maupun dukungan lintas sektor di pemerintah daerah," ungkap Arianto.
Menurutnya, saat ini terdapat 24 desa berkembang yang sedang didorong untuk naik menjadi desa maju atau bahkan desa mandiri. Upaya itu dilakukan melalui pembinaan intensif, sosialisasi Indeks Desa Membangun (IDM), dan penguatan pendampingan program pembangunan.
"Kami ingin seluruh desa berkembang segera naik status. Pembinaan terus kami lakukan agar target ini tercapai," tambahnya.
DPMD Kukar juga mengedepankan pendekatan pembangunan holistik, yang mencakup peningkatan infrastruktur dasar, akses pendidikan, layanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM dan digitalisasi pasar desa.
Keberhasilan seperti di Desa Loh Sumber menjadi model nyata bagaimana transparansi dana desa, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi aktif warga bisa mengantarkan desa mencapai kemandirian.
"Ini juga menunjukkan bahwa desa bukan lagi sekadar wilayah administratif, melainkan motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat." pungkasnya. (DRI/ADVDPMDKUKAR)