• Sabtu, 05 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur




TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar telah menyiapkan serangkaian program untuk tahun 2024, termasuk pengadaan bibit sapi dan vaksinasi hewan.

Kepala Bidang Peternakan dan Keswan Distanak Kukar, Aji Gazali Rahman, menjelaskan bahwa program tersebut meliputi pengadaan bibit sapi ras Bali sebanyak 600 ekor dari NTB, serta pengadaan kerbau pejantan untuk pemacek di Muara Wis.

"Tujuan dari pengadaan ini adalah untuk mengganti pejantan kerbau yang sudah tidak produktif lagi di daerah hulu mahakam seperti di Muara Wis." ujar Aji Gazali Jumat (8/3/24).

Kemudian ada pengadaan ternak babi 400 ekor, yang akan diberikan di daerah hulu mahakam Kukar, kemudian pengadaan ternak kambing ada beberapa jenis yakni kambing burawa, kambing pranakan etawa sekitar 1000 ekor lebih. Pengadaan ternak ayam buras untuk masyarakat miskin.

Selain pengadaan, ada juga program kegiatan seperti sumber daya genetik (SDG) tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi dan reproduksi ternak dalam hal peningkatan populasi melalui kawin suntik atau insemenisasi buatan

"Ada beberapa kelompok yang kami lakukan penanaman hijauan untuk pakai ternak khususnya bibit rumput unggul seperti rumput pakchong, gajah mini dan jenis legum untuk ternak kambing."sebutnya.

Kemudian bantuan kandang kambing dan sapi di beberapa daerah di Kukar. Sementara untuk kesehatan hewannya Distanak rutin melakukan survei lan di beberapa kecamatan sehubungan dengan maraknya penyakit bionosis yang berkembang saat ini.

Vaksinasi rabies, AI, Jembrana upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi berkembangnya penyakit menular dari hewan ke hewan tersebut. Selanjutnya ada pengobatan masal di beberapa kelompok ternak. Vaksinasi rabies khususnya di daerah hulu seperti Tabang dan Kembang Janggut yang selama ini kurang tersentuh dimana disana banyak populasi anjing yang dimiliki oleh masyarakat. Untuk kucing juga diberi vaksin rabies.

Dan terakhir vaksin PMK. Walaupun PMK sudah mereda tapi masih temukan timbul. Ini hubungannya dengan lalulintas ternak yang tidak bisa setiap saat terkontrol, karena disebabkan oleh mobilitas yang tinggi melalui transportasi. Juga dilakukan pengambilan sampel darah nanti akan kita uji lab, nanti berapa titik yang terkontaminasi oleh penyakit tersebut.

"Kami himbau kepada masyarakat khususnya peternak untuk melakukan penyemprotan kandang menggunakan disinfektan, guna mengantisipasi penyakit PMK." pungkasnya . (adv/dri)



Pasang Iklan
Top