
Mulyadi
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pelaksana Erau Adat Pelas Benua tahun 2023, terus mematangkan persiapan.
Event besar yang merupakan agenda tahunan ini selalu dinantikan oleh masyarakat khususnya di Tenggarong. Erau bakal berlangsung mulai dari tanggal 24 September sampai dengan 1 Oktober 2023, dengan tema "Semangat Ikn Nusantara Menjaga Adat Dan Tradisi Budaya".
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar Mulyadi, mengatakan untuk pelaksanaan erau tahun ini Pemerintah Kabupaten Kukar bersama Kesultanan Kutai Kartanegara tengah melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan pelaksanaan Erau 2023.
"Sampai dengan saat ini persiapan kita secara teknisnya sekitar 80 persen, termasuk persiapan seremoni pembukaan. Karena tinggal beberapa hari kedepan kita sudah melaksanakan erau tahun 2023." kata Mulyadi Rabu (13/9/23).
Ia menyebut untuk pembukaan erau ini akan dilaksanakan di satu tempat di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang. Kemudian selain itu ada kegiatan lainnya di Stadion juga selain dari pihak Kesultanan.
Diantaranya ada ekspo Erau yang diikuti semua OPD, Kecamatan, Kelurahan/Desa, termasuk perusahaan yang ada di Kukar. Selain ekspo ada juga pentas seni yang akan di tampilkan oleh anak-anak sekolah dari SD, SMP dan SMA/SMK, serta komunitas seni yang ada di Tenggarong. Kemudian ada juga mengundang 20 Kecamatan yang akan mengirimkan talenta didaerah masing-masing
"Kegiatan erau mulai dari tanggal 24 itu nanti kita sudah siap untuk pentas seninya bersama dengan eksponya. Sedangkan pembukaan erau diawali dengan mendirikan tiang ayu di Museum Mulawarman." ujarnya.
Setelah mendirikan tiang ayu baru bergeser ke stadion untuk opening ceremony. Dan pembukaan itu nanti ada tarian massal yang diikuti 650 orang. Nanti diikuti 20 kecamatan dari komunitas hingga pelajar. Ada sekitar tujuh tarian yang akan ditampilkan. Dan nanti puncaknya pada 1 Oktober adalah mengulur naga dan belimbur.
Mulyadi mengungkapkan adapun perbedaan pelaksanaan dari tahun sebelumnya, karena kondisi saja, kemarin pandemi dan di Museum. Namun sekarang lebih besar untuk itu diadakan tarian massal.
"Tahun lalu masyarakat ingin nonton langsung namun karena pademi sehingga tidak bisa, sekaran mereka bisa di Rondong Demang. Kita undang 20 kecamatan ini untuk hadir langsung di Erau tahun ini." jelasnya.
Ia berharap pelaksanaan Erau 2023 ini bisa menarik wisatawan ke Kukar, untuk dapat menyaksikan Budaya Kutai karena ini bagian dari melestarikan budaya. (*dri)