
Muslik
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Musim kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan dampak bagi masyarakat khususnya nelayan. Dimana beberapa sungai mengalami penurunan debit air, sehingga mempeengaruhi budidaya dan tangkapan ikan.
Kepala DKP Kukar Muslik mengungkapkan bahwa sebenarnya dampak kemarau itu ada, karena debit air sungai tinggal sedikit. Tetapi biasanya para nelayan sudah terpola. Jadi kalau air dalam atau air surut menggunakan alatnya tangkap khusus.
"Jadi kalau air surut panen melimpah, namun harga ikan turun biasanya. Untuk itu kita mendorong agar nelayan bisa memanfaatkan hasil ikan ini untuk olahan seperti ikan asin, ikan salai."ucap Muslik Selasa (22/8/23).
Dikatakan Muslik, dengan adanya hasil panen ikan yang melimpah para nelayan menjual ikan ke pengepul. Kemudian dikirim ke daerah Selili yang nantinya dari Selili baru didistribusikan ke Balikpapan, Samarinda, Bontang, termasuk ke Tenggarong.
Ia menambahkan, selian melimpahnya ikan akibat surutnya air sungai. Kemarau juga memberikan dampak kepada nelayan budidaya, dimana keramba-keramba ikan yang ada dan pastinya mereka mengurangi produksi. Karena sebagian kerambanya tidak bisa digunakan.
Kalaupun terlalu ke tengah takutnya menggangu jalur lalu lintas kapal. Karena budidaya ikan tergantung pada debit air, sehingga berpengaruh pada keberlangsungan budidaya itu sendiri.
"Kita sudah melakukan rembuk beberapa kali dengan para nelayan dan pembudidaya bagaimana terkait kondisi saat ini, sehingga bisa mengantisipasi masalah tersebut." pungkasnya. (*dri)