• Sabtu, 17 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ilustrasi teknologi AI.(Foto: Ist/Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Transformasi digital dalam birokrasi menuntut aparatur sipil negara (ASN) agar terus meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Salah satu keterampilan yang kini menjadi perhatian adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) agar mendukung efektivitas pekerjaan dan pelayanan publik.

Menjawab tantangan tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendorong peningkatan kompetensi aparatur melalui berbagai kegiatan pembelajaran, termasuk program Kaltim Corporate University (Kaltim Korpu).

Pengembang Kompetensi Manajerial dan Fungsional (PKMF) BPSDM Kaltim, Apriyana Rachmawaty, mengatakan penguasaan teknologi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi ASN di tengah perubahan sistem kerja pemerintahan yang semakin dinamis.

Hal itu disampaikannya pada webinar bertema "AI-POWERED ASN: Bekerja Lebih Cerdas, Cepat, dan Berkualitas di Era Artificial Intelligence" yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (16/10/2026).

Menurut Apriyana, perkembangan AI memberikan banyak kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyusun dokumen, mengolah data, merangkum informasi, mengembangkan ide, hingga membantu mempercepat proses administrasi pemerintahan.

Kendati demikian, ia menekankan kecanggihan teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran manusia. Ketepatan dan kualitas pekerjaan tetap membutuhkan kompetensi, integritas, serta tanggung jawab ASN sebagai pengguna.

"Kami ingin ASN tidak sekadar bisa menggunakan teknologi, tetapi juga memahami manfaat, keterbatasan, dan risiko yang menyertai penggunaannya," ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah prinsip yang harus diperhatikan agar pemanfaatan AI benar-benar memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja aparatur.

Salah satunya adalah menjadikan AI sebagai alat bantu agar memangkas pekerjaan administratif yang berulang. Dengan begitu, ASN dapat mengalokasikan lebih banyak waktu dan tenaga untuk menangani pekerjaan yang membutuhkan pemikiran strategis.

Selain meningkatkan efisiensi, penggunaan teknologi juga harus dibarengi dengan ketelitian dalam memastikan kebenaran informasi.

Ia mengingatkan, setiap hasil yang diperoleh melalui AI tidak boleh langsung digunakan tanpa pemeriksaan. ASN tetap berkewajiban melakukan verifikasi dan memastikan informasi tersebut sesuai dengan substansi pekerjaan maupun ketentuan yang berlaku.

Kemampuan menganalisis informasi secara kritis menjadi hal penting agar teknologi tidak justru menimbulkan kesalahan dalam proses pengambilan keputusan.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah keamanan data dan perlindungan informasi. Penggunaan AI dalam lingkungan pemerintahan harus tetap berpedoman pada prinsip etika, transparansi, dan akuntabilitas.

Kemudahan yang diberikan teknologi, menurutnya, tidak boleh mengurangi tanggung jawab aparatur terhadap pekerjaan yang dihasilkan.

Karena itu, penguatan kompetensi ASN harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya kemampuan teknis dalam mengoperasikan teknologi, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kerja sama, penyelesaian masalah, hingga pengambilan keputusan.

Melalui Kaltim Korpu, BPSDM Kaltim berupaya menghadirkan sistem pengembangan kompetensi yang tidak lagi terbatas pada pembelajaran di ruang kelas.

Program tersebut diarahkan agar membangun ekosistem pembelajaran yang lebih terbuka, fleksibel, kolaboratif, serta berkesinambungan sesuai kebutuhan organisasi perangkat daerah.

Salah satu implementasinya diwujudkan melalui Kaltim Korpu Webinar Series yang mempertemukan ASN dengan akademisi dan praktisi agar berbagi pengetahuan serta pengalaman.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses peningkatan kompetensi sekaligus menumbuhkan budaya belajar berkelanjutan di lingkungan pemerintahan.

BPSDM Kaltim juga berharap ASN mampu melihat perkembangan AI sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, bukan sebagai perubahan yang harus dihindari.

Dengan kemampuan yang terus diperbarui, aparatur diharapkan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi secara produktif, aman, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Webinar tersebut turut menghadirkan Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, Ir. Haviluddin, sebagai narasumber untuk membahas pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendukung peningkatan kualitas kerja ASN. (*Yud)



Pasang Iklan
Top