
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat mengunjungi budidaya ikan air tawar di kawasan RT 32, Kilometer 15, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Budidaya ikan air tawar di kawasan RT 32, Kilometer 15, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, berpotensi dikembangkan menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kota Balikpapan.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menilai potensi budidaya ikan air tawar di wilayah tersebut memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Pengembangan sektor ini dinilai dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat, terutama melalui pemanfaatan kolam budidaya di lingkungan tempat tinggal.
Sejumlah jenis ikan yang dapat dibudidayakan di antaranya lele, nila, ikan mas, dan gurami. Komoditas tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha perikanan air tawar sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki.
“Balikpapan ternyata memiliki potensi ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomi sangat tinggi. Ini bisa menjadi salah satu contoh untuk dikembangkan dalam memberdayakan masyarakat,” ujar Bagus, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, budidaya ikan air tawar tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan warga, tetapi juga dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan. Upaya tersebut sejalan dengan dorongan pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan pangan melalui pemanfaatan potensi lokal.
Bagus berharap masyarakat Kelurahan Karang Joang dapat mulai mengembangkan budidaya ikan air tawar dengan memanfaatkan kolam yang tersedia. Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan ini diharapkan tumbuh menjadi usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.
Ia juga menilai kawasan RT 32 Kilometer 15 dapat menjadi contoh pengembangan budidaya ikan air tawar yang nantinya diterapkan di wilayah lain di Balikpapan.
“Ini bisa menjadi salah satu contoh untuk memberdayakan masyarakat di sektor budidaya ikan air tawar, sehingga dapat meningkatkan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kota Balikpapan,” tegasnya.
Pengembangan budidaya ikan air tawar berbasis masyarakat diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mendorong kemandirian pangan, sekaligus membuka peluang usaha baru.
Dengan memaksimalkan potensi lokal, masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen pangan yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. (Las)